Besok, UIN Ar-Raniry Gelar Diskusi tentang Deradikalisasi

DPO kasus terorisme Polda Sulteng. Sumber: Antara

ACEHTREND.CO, Banda Aceh | Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan Lembaga Aceh Development Wacht (ADW) akan melaksanakan diskusi dengan tema “Meninjau Kembali Konsep Deradikalisasi dalam Penanganan Terorisme di Indonesia”.

Acara akan dilaksanakan di Aula Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry, pada Jumat, 29 Januari 2015, pukul 09.00 WIB – selesai. Diskusi ini rencananya akan menghadirkan tiga narasumber, Prof. Yusni Sabi, Ph.D (Guru Besar Studi Agama UIN Ar-Raniry), Kombes. Pol. T. Saladin (Kabid Humas Polda Aceh) dan Sehat Ihsan Shadiqin, M. Ag (Prodi Sosiologi Agama). Masing-masing narasumber akan memaparkan materi, (1), Konsep deradikalisasi untuk kehidupan beragama yang damai dan sejahtera, (2), Keamanan Aceh 2016 pasca tragedi Sarinah, (3), Fenomena munculnya kelompok-kelompok radikal di Indonesia.

Sahlan Hanafiah, M.Si (Ketua Prodi Sosilogi Agama), menyatakan acara ini bertujuan untuk mengkaji progress deradikalisasi yang dilakukan selama ini dan berusaha mendapat masukan dan pemikiran baru terhadap konsep deradikalisasi. Menurut Sahlan, isu diskusi ini sangat terkait dengan bidang studi sosiologi agama, dan kajian-kajian seperti ini bagi kami sudah harus menjadi rutinitas. Namun jika hal ini hanya menjadi konsumsi mahasiswa sosiologi agama saja, maka dampak terhadap masyarakat tidak meluas. Oleh karena itu, menyebarkan informasi ini kepada masyarakat juga menjadi salah satu target kegiatan. Selain kelompok mahasiswa, Prodi Sosiologi Agama berharap masyarakat umum juga dapat menghadiri dan berpartisipasi dalam acara ini, karena kegiatan diskusi ini terbuka untuk publik.

Zulyadi Anwar (Direktur ADW), menambahkan pentingnya kajian tentang deradikalisasi untuk merespon fenomena munculnya kelompok-kelompok radikal yang kembali marak. Menurut Zulyadi, radikalisme tidak akan padam dengan tindakan kekerasan oleh Pemerintah. Di sisi lain, tindakan prevensif persuasif oleh pemerintah selama ini juga tidak efektif. Oleh karena itu, ia berharap kegiatan ini mampu berkontribusi terhadap perbaikan konsep deradikalisasi untuk menangani munculnya berbagai kelompok dan tindakan radikal seperti aksi terorisme.[]

KOMENTAR FACEBOOK