Garap Wisatawan Malaysia, Aceh Harus Fokuskan Wisata Islami

ACEHTREND.CO, Banda Aceh | Aceh harus fokus dan menggalakkan wisata islami. Tak perlu berpikir tentang wisata bernuansa birahi, khamar dan lain-lain. Kalau fokus pada wisata islami, dunia pariwisata Aceh akan bergairah.

Hal itu dikatakan oleh Tgk H Faisal Ali dalam menyampaikan tausiah pada peringatan Maulid Nabi yang diadakan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di sekretariat kantor berita Antara Banda Aceh, Senin (1/2/2016).

Selama ini, kata Faisal Ali yang juga wakil ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, wisatawan yang berkunjung ke Aceh di dominasi kaum muslim dari Malaysia, Brunei, dan Singapore. “Boleh cek data ini ke BPS Aceh,” katanya.

“Mereka tentu mencari hal-hal yang berbau syariat Islam di Aceh. Nah, kita harus menggarap potensi ini secara maksimal dari semua sisi. Dari pelayanan hingga kapastian kehalalan makanannya,” sambung Ketua PWNU Aceh itu.

“Cobalah lihat mereka selalu berkeliling untuk menyaksikan keindahan masjid-masjid di Aceh, membeli anek makanan khas Aceh dan sebagainya. Tidak ada orang bule yang menenteng keukarah, bhoi dan keumamah. Merekalah yang membantu perekonomian pedagang kecil di Aceh. Makanya, potensi ini perlu kita garap secara optimal,” katanya.

Sebaliknya, bagi wisatawan non-muslim tentu mereka akan datang jika ada sesuatu yang khas. Kalau soal kawasan yang serba bebas tentu mudah didapati di daerah lain, tak perlu ke Aceh.

“Ketika kita hidup dalam fomat yang serba Islam tentu mereka akan penasaran dan tentu ingin melihatnya,” kata ulama muda yang akrab disapa Lem Faisal ini.

“Jadi, tak perlu kita berpikir untuk membangun lapangan golf yang menelan anggaran publik puluhan miliar rupiah, tidak ada manfaatnya. Buatlah sesuatu yang berdampak positif bagi membaiknya perekonomian rakyat,” sambung Lem Faisal.

Acara peringatan maulid KWPSI dihadiri puluhan wartawan dari berbagai media yang tergabung dalam KWPSI, anggota DPRA, DPRK Banda Aceh, pejabat Aceh, tokoh masyarakat, akademisi, dan aktivis Aceh.[]

KOMENTAR FACEBOOK