Berkah Aneuk Aceh, Taqwallah di Kementrian ESDM

ACEHTREND.CO, Jakarta | Kehadiran Ketua Pengendalian Percepatan Kegiatan (P2K) APBA, Taqwallah di Kementrian ESDM tidak sia-sia.

Kemarin, Selasa (2/2) Kementerian ESDM kembali mengumumkan kontrak kolektif sebesar Rp130,65 miliar. Sebelumnya, pada 14 Januari juga dilakukan hal yang sama, dengan angka kontrak kolektif lebih besar Rp406 miliar. Dan pada akhir bulan ini akan dilakukan tanda tangan kontrak kolektif yang lebih besar Rp3,4 triliun.

Sudirman Said menyampaikan, bahwa dengan dilakukannya penandatanganan ini, tim dapat bekerja optimal dan bisa mempercepat penyerapan APBN tahun 2016.


Kehadiran Unit Pengendalian Percepatan Pembangunan Infrastruktur (UP3I) Kementerian ESDM yang “diotaki” oleh Taqwallah membuat Sudirman Said “pede” penyerapan anggaran bisa melebihi angka 90 persen.

“Tahun lalu serapan anggaran mencapai 64 persen, dibandingkan lima tahun sebelumnya sebesar 50 persen. Sehingga, diharapkan mulai penandatanganan kontrak tahun ini, serapan tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Kami targetkan serapan tahun ini 90 persenan,” katanya di Bali Kartini, Jakarta, Selasa (2/2/2016

Taqwallah hadir di ESDM sekitar Agustus 2015. Pada saat itu Taqwallah bersama timnya melakukan kegiatan sosialisasi dan input format kendali ke seluruh pengelola anggaran di kementerian ESDM.

Taqwallah terkenal dengan Format Pantau yang dirancang sejak di BRR Aceh-Nias. Salah satu format kunci adalah Format Pantau A. Dengan format A inilah pengendalian kegiatan dan anggaran dilakukan.

Format Pantau atau juga disebut Format Kendali Hulu dan Hilir Aceh. Model ini juga sudah diterapkan dan diadopsi unit kerja presiden bidang pengawasan dan pengendalian pembangunan UKP4, kala itu. Jadi tidak berlebihan bila Kuntoro, pada Mei 2012, memromosikan Format Kendali Hulu Hilir Aceh hasil racikan Taqwallah kepada Gubernur Aceh terpilih, dr Zaini Abdullah agar terus dipakai. “Ini barang baru, dan ini model Aceh. Kita pakai dan perkenalkan ke daerah lain,” kata Kuntoro kepada Zaini yang saat itu mengunjungi markas UKP4.

Sebelumnya, paska BRR Aceh-Nias Taqwallah juga dipakai oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, dan dibentuklah P2K APBA, pada 2010. Begitu juga pada saat Aceh dijabat oleh Tarmizi Karim. Taqwallah terus dipercayai mengendalikan P2K APBA. Pada masa Zikir P2K APBA kembali digunakan. []

KOMENTAR FACEBOOK