Adakah Hijab Penyebab Khairunnisa Tidak Lolos Lima Besar Putri Indonesia?

ACEHTREND.CO, Jakarta | Langkah Khairunnisa, satu-satunya finalis Puteri Indonesia 2016 yang menganakan hijab harus terhenti di babak 10 besar. Ia tak lolos ke babak lima besar Malam Grand Final Puteri Indonesia 2016 yang digelar di Jakarta Convention Centre, Senayan Jakarta Jumat (19/2/2016) malam. 

Padahal, jawabannya sangat lugas tentang kepemimpinan. Sayang, ternyata tak membuat dewan juri memilih perempuan kelahiran Lhokseumawe ini, sehingga ia harus tersingkir. 

Adakah Khairunnisa tersingkir karena alasan hijabnya?

Soalnya, di antara para finalis itu, wakil dari Aceh, Khairunnisa yang tampak beda. Pasalnya ia menjadi satu-satunya peserta yang mengenakan hijab.

Mahasiswi Hubungan Internasional berusia 21 tahun ini, meski berhijab ia tetap terlihat cantik dan penuh percaya diri dengan proses yang dijalaninya selama proses karantina Puteri Indonesia 2016. 

Hijab tak menghalangi niat Nisa untuk mewakili Indonesia. Ia dengan cerdik memadupadankan kaos seragam finalis Puteri Indonesia 2016 dengan manset, blazer, dan kerudung warna khaki sehingga menyamarkan siluet tubuhnya. 

“Menurut saya apa yang saya pakai adalah identitas budaya saya. Kita tahu Indonesia itu beragam dari Papua sampai Aceh punya kekayaan budaya yang sangat beragam lain dari yang lain. Saya bangga dengan itu,” ujar Nisa.

Mestinya, dewan juri bangga dengan gadis Aceh ini yang mau tampil dengan identitaa budaya tanah kelahirannya, Aceh. Publikpun bangga. Soalnya, bukan hal mudah menjadi satu-satunya dari 39 kontestan finalis yang menggunakan hijab.

Bukan hanya soal penambilan yang Islami, Khairunnisa juga setia dengan tarian Aceh yang mengkisahkan pahlawan Laksamana Malahayati. Bukankah, Indonesia kerap membangga-banggakan Aceh kala bicara soal emansipasi perempuan. Nah, kenapa dewan juri seperti menutup mata dan mengabaikan Kharunnisa?

KOMENTAR FACEBOOK