Rizqa Fithri, Lulusan Terbaik Studi Alquran UIN Sunan Kalijaga

Qizqa Fithri. Doc: Ist

ACEHTREND.CO, Banda Aceh- Man jadda wajada, siapa yangbersungguh-sungguh maka dia akan berhasil. Itulah perumpaan paling sesuai untuk mengambarkan perjuangan Rizqa Fithri, S.Th. I. Gadis kelahiran Meuru Ulee Titi, 16 Juni 1994, berhasil menjadi sarjana dengna predikat lulusan terbaik di jurusan Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu (27/2/2016), dengan waktu studi tiga tahun dua bulan. IPK 3,8.

Gadis berkulit kuning langsat asal Indrapuri, Aceh Besar tersebut menjadi salah seorang lulusan terbaik di Sunan Kalijaga untuk tahun ini.

Rizqa, begitu dara buah hati pasangan Ilyas dan Dra. Mariana itu sering dipanggil, menjejaki langkahnya ke Sunan Kalijaga setelah berhasil meraih beasiswa penuh dari kementrian Agama Republik Indonesia melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB).

Rizqa memulai pendidikannya di MIN Indrapuri dan melanjutkan pendidikan menegah di Pondok Pesantren Omar Diyan. Di pesantren tersebut, dara penghafal Quran ini pun berhasil menjadi lulusan terbaik.

Ketika menapaki bangku perguruan tinggi, salah satu berlian Aceh tersebut, tetap memilih pesantren sebagai tempat tinggal dan terus-menerus memperdalam pengetahuannya di bidang agama.

“Dengan tetap memilih pesantren sebagai tempat tinggal selama kuliah, saya berkesempatan untuk memperdalam pengetahuan agama,” ujarnya.

Rizqa adalah santri di Pondok Pesantren An-Najwah, Kabupaten Sleman Jogjakarta. Selama dipesantren Rizqa juga berhasil menghafal 10 Juz Al-Quran.

Sejak sekolah menengah dan menjadi mahasiswa, Gadis kelahiran Meuru Ulee Titi, Indrapuri ini juga aktif dibeberapa organisasi, seperti PII dan organisasi intra kampus. Rizqa juga pernah beberapa kali menjuarai berbagai perlombaan dan ikut berbagai pelatihan untuk mengasah softskill dan leadershipnya.

Menurutnya, keberhasilan yang diraihkan adalah berkat semangat pantang menyerah untuk terus belajar dan yang paling penting adalah karena doa orang tua.

“Niat untuk berbakti kepada orang tua kalau dijadikan semangat untuk melakukan apapun pasti sukses “ ucap rizqa memberi motivasi.

Gadis yang bercita-cita menjadi dosen dan pakar tafsir ini berencana untuk  melanjutkan studinya sampai ke jenjang yang lebih tinggi sampai tingkat doktoral.” Tidak ada kata berhenti untuk belajar, belajar itu dari ayunan sampai ke liang lahat” imbuhnya.

Akhirnya, selamat menjadi sarjana dengan gelar Rizqa Fithri, S.Th.I. []