Ombudsman Aceh Prihatin dengan Nasib Tenaga Honorer K2 Aceh

Tim Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Aceh

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Aceh, Taqwaddin Husin mengatakan bahwa kasus tenaga honorer K2 Aceh yang umumnya guru terbilang unik, sekaligus menyatakan keprihatinannya atas nasib 832 tenaga honorer K2 yang sudah lulus seleksi CPNS 2013 namun belum juga diangkat.

“Kasus mereka ini berbeda dengan honorer K2 yang kerap demo di Jakarta. Mereka itu belum lulus seleksi CPNS. Sedangkan yang di Aceh adalah udah lulus seleksi CPNS 2013 tapi tidak diangkat,” jelasnya tentang letak keunikan tenaga honorer K2 Aceh.

Masalahnya hanya karena mereka ini ditempatkan di instansi sekolah swasta lalu oleh Menpan RI, mengacu pada PP 56 tahun 2012, bahwa honorer K2 baru boleh diangkat apabila ditempatkan di instansi pemerintah.

“Padahal mereka ditempatkan oleh pemerintahnya masing-masing di swasta untuk membantu pemerintah. Jadi mereka ini petugas pelayanan publik yang ditugaskan oleh pemerintah,” jelas Taqwadin.

Kami prihatin dengan nasib mereka sebagai petugas pelayanan publik yang sudah berkerja dengan baik, namun hanya gara-gara nomenklaturnya yang dimultitafsirkan sehingga mereka tidak bisa diangkat.

Kepala Ombudsman mempertanyakan apa fungsi verifikasi dan validasi data awal pada seleksi CPNS. Malah mereka sudah buat kenduri atas kelulusan mereka pada seleksi CPNS 2013.

“Kami sangat prihatin dengan nasib mereka yang sudah lulus seleksi CPNS namun tidak juga diangkat hingga saat ini,” pungkas Taqwaddin. []

KOMENTAR FACEBOOK