Wakil Bupati Dulmusrid Buka Musrenbang Singkil Utara

ACEHTREND.CO, Aceh Singkil – Wakil Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, Jumat (4/3/2016) membuka musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Singkil Utara untuk anggaran 2017 di Aula kecamatan setempat.

Wakil Bupati, Dulmusrid dalam sambutannya, meminta agar program pembangunan dan kegiatan yang diajukan harus mendahulukan hal yang mendesak dan sangat dibutuhkan masyarakat. Pembagunan dan kegiatan itu pun, mesti diselaraskan dengan visi dan misi pemerintah.

“Pembangunan, yang diusulkan, baik bidang insfrastruktur, bidang ekonomi maupun bidang sosial budaya, tidak boleh tumpang tindih dengan pembangunan yang dianggar dana desa. Apalagi pembangunan itu, tidak berdasarkan kebutuhan masyarakat, tapi kepentingan tertentu. Usulan seperti ini, tidak akan didanai,” tegas Dulmusrid.

Dulmusrid menambahkan, kepada SKPK yang hadir diharapkan menampung aspirasi masyarakat tentang pembangunan desa untuk dibawa ke Musrenbang tingkat kabupaten sebagai program kerja yang didanai APBK 2017.

Sementara itu, camat Singkil Utara, Ali Hasmi Pohan. AKS M Si, dalam Musrenbang tersebut melaporkan, acara ini diikuti sebagaian besar pimpinan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Aceh Singkil, anggota Muspika, perwakilan tujuh kepala kampung dan empat orang perangkatnya, ketua PKK dan pendamping dana desa serta tokoh ulama dan tokoh masyarakat setempat.

Usulan Terbanyak
Dari sekian banyak usulan yang dicetuskan dalam Musrenbang kecamatan ini, ternyata usulan yang paling mencuat adalah pembangunan sarana prasarana rumah ibadah. Berupa rehab masjid, pembuatan tempat wuduk, pemagaran, dan perluasan lokasi masjid.

Kepala Mukim Gosong Telaga, Singkil Utara, Darlis dalam Musrenbang itu berharap kepada pihak terkait agar mendanai pembangunan pagar, dan tempat wuduk masjid Besar Nurul Huda Gosong Telaga yang merupakan masjid kecamatan.

“Pembangunan pagar dan tempat wuduk masjid Nurul Huda ini sangat mendesak dan memerlukan dana besar. Kami berharap agar didanai dari APBK,” ucap Darlis.

 Di samping itu, muncul juga usulan peningkatan bantuan modal usaha kelompok tani, nelayan dan para pedagang, modal BUMD, pengusulan bantuan keramba terapung, dan pengadaan alat tangkap nelayan.[]

 

KOMENTAR FACEBOOK