Paspor Indonesia antara yang terlemah di dunia

Banda Aceh, Acehtrend: Paspor Republik Indonesia berada pada peringkat antara paspor yang terlemah di dunia menurut sebuah laporan dari lembaga riset asal Inggris, Henley & Partners.

Berdasarkan laporan yang berjudul The Henley & Partners Visa Restrictions Index 2016: Global Travel Freedom at a Glance, paspor Indonesia ditempatkan pada urutan ke 79 bersamaan dengan Kyrgyzstan untuk paspor dengan kemudahan bebas visa di beberapa buah negara.

Pemegang paspor Indonesia menurut laporan tersebut hanya bebas berkunjung ke 58 negara, yaitu 21 negara di Asia, sembilan negara di Afrika, sembilan negara di Eropa, enam negara di Oseania, lima negara di Amerika Tengah dan lima negara di Amerika Selatan.

Untuk urutan pertama, paspor Jerman dinobatkan sebagai paspor yang terkuat di dunia karena pemiliknya bebas bepergian ke 177 negara tanpa harus mengajukan visa di negara asalnya atau mendapat visa on arrival di negara tujuan. Di peringkat kedua posisi tersebut ditempati oleh Swedia dengan jumlah 176 negara bebas visa bagi pemiliknya.

Paspor Singapura dan Malaysia masuk dalam kategori antara paspor terkuat di dunia dengan ranking masing-masing 5 dan 12. Warganegara pemegang paspor Singapura bebas berkunjung ke 173 negara tanpa harus berurusan dengan visa, sementara bagi pemegang paspor Malaysia bebas visa ke 164 negara.

Henley & Partners melakukan survei ranking paspor dari 199 negara dan hubungannya terhadap akses kunjungan bebas visa ke 218 negara di dunia, menggunakan data dari International Air Transport Association (IATA), per 1 Januari 2016. 

Laporan tersebut juga menempatkan negara dengan paspor paling lemah di dunia, yaitu Afghanistan yang diketahui hanya memiliki akses bebas visa ke 25 negara. Disusuli oleh Pakistan dengan hanya 29 negara bebas visa. Sementara Irak hanya bisa mengakses 30 negara. 

Berikut adalah negara-negara dengan paspor terkuat di dunia dinilai dari fasilitas bebas visa atau visa on arrival:

1. Jerman, 177 Negara

2. Swedia, 176 Negara

3. Finlandia, Perancis, Italia, Spanyol, Inggris, 175 Negara

4. Belgia, Denmark, Belanda, Amerika Serikat, 174 Negara

5. Austria, Jepang, Singapura, 173 Negara

6. Kanada, Irlandia, Korea , Luksemburg, Norwegia, Portugal, Swiss, 172 Negara

7. Yunani, Selandia Baru, 171 Negara

8. Australia, 169 Negara

9. Malta, 168 Negara

10. Hungaria, Republik Ceko, Islandia, 167 Negara

11. Slovakia, 165 negara

12. Liechtenstein, Malaysia, Slovenia, 164 negara

Kebijakan bebas visa atas sebuah negara umumnya berlaku berdasarkan kesepakatan antara kedua negara terkait dan jasa timbal balik. Malaysia sebagai contoh memberikan fasilitas bebas visa atau visa on arrival kepada pengunjung lebih dari 162 negara. Kebijakan tersebut juga berlaku untuk pemegang paspor Malaysia yang bebas berkunjung ke 164 tanpa harus mengurus visa terlebih dahulu.

Indonesia beberapa waktu lalu menurut Menko Maritim Rizal Ramli, memberikan fasilitas bebas visa kepada 174 negara untuk berkunjung ke Indonesia. Akan tetapi bagi pemegang paspor Indonesia hanya dapat berkunjung ke 58 negara dengan fasilitas bebas visa. 

KOMENTAR FACEBOOK