Pilkada dan Persaingan Mantan GAM

Tajuddin S.Sos*
Aceh adalah sebuah negeri yang terkenal sejak zaman dahulu, sebelum Indonesia berdiri kami telah diwariskan tanah Aceh dari Indatu kami “Sultan Iskandar Muda”. Bicara Aceh adalah bicara Tanah yabh tidak pernah menyerah dari penjajahan, baik itu Belanda, Portugis, Jepang dan Indonesia.

Tanoh keunebah indatu terus saja bergolak, setelah Pergolakan Aceh Merdeka berhasil diredam dengan damai, ditandai dengan penandatanganan MOU di Helsinki. Kini pergolakan lebih kepada Pergolakan tanpa senjata, untuk perebutan kursi Gubernur (Puncak kekuasaan) antara mantan anggota/ Petinggi Aceh Merdeka.

Pada tahap pertama perebutan kursi Gubernur, terjadi perebutan kekuasaan antara Irwandi Yusuf (Tgk. Agam) tokoh Propaganda GAM berpasangan dengan M. Nazar (Tokoh SIRA) berhadapan dengan Pasangan GAM kalangan tua yaitu Farhan Hamid berpasangan Hasbi Abdullah (Pasangan ini konon kabarnya didukung Tokoh GAM kalangan tua). Dan pada saat itu pasangan Irwandi-Nazar keluar sebagai pemenang.

Pada tahap kedua Pilkada Pasca damai, muncul Pasangan “Zaini Abdullah dan Muzakir (Muallem) Manaf (Pasangan Zikir) yang didukung sepenuhnya oleh GAM lewat kenderaan Politik Partai Aceh. Sedangkan Irwandi didepak dari Partai dan dicap sebagai Pengkhianat. Dan akhirnya maju lewat jalur Independent berpasangan dengan Muhyan Yunan. Cerita akhir tentu sangat mudah ditebak, Irwandi terkapar dan terlindas oleh PA yg punya garis dukungan grassroot. Pasangan Zikir secara hukum mempunyai masa jabatan 5 tahun, namun romantisme pasangan ini tidaklah berlangsung lama, sehingga janji politik semasa kampanye nyaris tidak ada implementasinya. Mereka bergerak sendiri – sendiri, dan chemistry yang dulu dipertontonkan semasa kampanye seolah tidak pernah ada.

Hari berganti bulan ketahun dan terus beranjak hingga masa pemerintahan Zikir tanpa terasa hampir selesai. Tahun 2017 tahun pesta rakyat, dimana Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) dilaksanakan, jauh sebelum tahun 2017 hadir, tahun ini pun sudah terasa. Perang pencitraan terus terjadi di media sosial yang umumnya dipakai adalah Facebook (Fb) Munculnya akun seperti : Rakan Mualem, Syedara Apa Karya, Relawan Irwandi Yusuf dan Sahabat Tarmizi Karim. Inilah akun para pendukung Calon Gubernur yang akan bertarung di Pilkada Aceh tahun 2017. Ditambah beberapa calon lain yang masih melakukan konsolidasi seperti Abdullah Puteh, Zaini Abdullah, dan kabar terakhir (masih isu) TM. Nurlif yang baru saja terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Aceh yang katanya representasi wilayah Pantai Barat Selatan yang getol menyuarakan pembentukan propinsi baru yang terpisah dari Aceh yang satu.

Namun semua masih bisa terjadi, tahapan Pilkada pun waktu tulisan ini ditulis belum dimulai, yang pasti persaingan antara mantan GAM semakin kental, dan kontras terjadi pada Pemilukada Aceh tahun 2017 ini. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang, masih sulit untuk diraba, namun harapan semoga yang jadi pemenang adalah orang yang mampu membangun Aceh, bukan hanya untuk pribadi dan kelompok tapi untuk masyarakat Aceh. Tak peduli dari golongan, kasta dan kelompok apa.

Tajuddin, S. Sos adalah Ketua Forum Peduli Banda Baro / pemerhati sosial.

KOMENTAR FACEBOOK