Tak Kunjung Ditemukan Kesepakatan, Pemkab Aceh Barat Eksekusi Paksa Halaman Rumah Warga

Foto: Sudirman Z.

ACEHTREND.CO, Meulaboh- Pemerintah Aceh Barat akhirnya terpaksa menggusur bangunan yang ada di halaman rumah HM. Salim, warga Gampong Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kamis (17/3/2016). Tindakan ini dilakukan karena tidak kunjung ditemukan kata sepakat. Sedangkan pembangunan pelebaran jalan sudah semakin mendesak.

Kepala dinas Bina Marga Aceh Barat Oscar Muda Dilaga ST, kepada sejumlah wartawan mengatakan, eksekusi tanah diperkarangan rumah warga tersebut terpaksa dilakukan lantaran pemerintah sedang menyelesaikan proyek pelebaran jalan, di lintasan jalan Gajah Mada kota meulaboh.

Dikatakan Oscar, pemerintah Aceh Barat melakukan proses penyelesaian tersebut sesuai dengan undang-undang Nomor 6 tahun 2008, bahwasanya tanah milik masyarakat yang demi kepentingan umum dapat disita oleh negara sesuai dengan ganti ruginya.

“Sudah berulang kali kita mengajak pihak pemilik tanah untuk bermusyawarah secara kekeluargaan, bahkan sampai kami mengajukan permohonan ke pengadilan untuk menyelesaikan masalah ganti rugi ini. Kami telah menitipkan dana ke pengadilan Negeri Meulaboh, sebesar 978 juta rupiah dengan luas tanah, lebih kurang 250 Meter persegi,” Jelas Oscar Muda Dilaga.

Oscar mengaku, tindakan eksekusi paksa itu dilakukan pemerintah murni untuk kepentingan umum, yaitu penyelesaian masalah kepadatan lalulintas ruas jalan Gajah Mada yang selama ini kerap terjadi kecelakaan.

“Pemda beserta pihak kepolisian dengan berat hati melakukan tindakan ini, karena demi keselamatan masyarakat, yakni kepadatan lalulintas yang sangat rawan terjadi kecalakan.” ujar dia.

Pantauan aceHTrend, ribuan warga juga memadati ruas jalan di simpang kisaran guna menyaksikan proses eksekusi tersebut. Tampak puluhan personil polisi dan prajurit TNI dikerahkan ke lokasi. []

 

KOMENTAR FACEBOOK