Cara Warga Aceh di Australia Menjaga Indentitas Keacehan

Warga Aceh di Asutralia sedang berkumpul bersama.

ACEHTREND.CO, Canberra – Piknik bersama adalah salah satu cara yang dijalani warga Aceh di Australia untuk terus merawat silaturrahim. Lebih dari itu, mereka juga punya kesempatan bersama untuk menjaga identitas keislaman dan keacehan mereka.

Acheh Australian Society (AAS), baru-baru ini menggelar piknik tahunan di Blaxland Riverside Park, Senin (28/3/2016) sejak pukul 07.00 pagi hingga 17.00 sore waktu setempat. Ini taman hiburan yang apik dan spectacular yang dirancang khusus untuk rekreasi keluarga.

AAS mengadakan beragam games bagi anak-anak dan remaja sebagai kiat untuk melibatkan mereka langsung berpartisipasi. Tujuannya adalah supaya terjalin keakraban di antara mereka karena ajang berkumpul seperti ini jarang terjadi sehari-hari dikarenakan lokasi tinggal warga yang saling berjauhan.

Games for kids yang ikut diperlombakan adalah tarik tambang dan kelereng sendok, diikuti dengan lomba cerdas pengetahuan Islami, dan lomba pembacaan surat-surat pendek Al-Quran. Semua anak tampil memukau dan patut dibanggakan.

Warga Aceh ini ada yang sudah pindah kewarganegaraan dan ada juga yang masih WNI tetapi bagaimanapun mereka tetap cinta Aceh, terbukti anak-anak berdarah Aceh ini meski semuanya lancar berbahasa Inggris tapi mereka tetap bisa bahasa Aceh.

Di antara anak-anak itu ada yang lahir di Australia dan menjadi Warga Negara Australia yang berdarah Aceh dan ada juga yang lahir di Aceh dan hijrah ke Australia.

“Mereka biasa di rumah bahasa Aceh dan campur juga bahasa Indonesia dan Inggris, karena di sekolahnya bahasa inggris,” kata perempuan yang akrab di sapa Miss Nana sekretaris AAS. Meski ada yang sudah pindah kewarganegaraan dan ada juga yang masih WNI tetapi bagaimanapun mereka tetap cinta Aceh dan saweu nanggroe.

President AAS, Ridwan Amin, yang juga seorang Registered Nurse berharap bahwa acara kekeluargaan seperti ini perlu dipertahankan.

“Selain untuk mempererat persaudaraan, kita juga ingin agar anak-anak dan generasi muda terutama yang lahir di Australia punya rasa memiliki terhadap komunitas dan nilai-nilai keislaman dan keacehan kita,” katanya.

Zulfikar Abu Daniel yang bertindak selaku koordinator acara juga mengharapkan supaya acara refreshing serupa bisa lebih sering dilakukan supaya ada balance antara kerja-studi dan refreshing minds.[]

Laporan Nana dari Australia

KOMENTAR FACEBOOK