Kerja di Saudi Arabia, Sipat Tak Dua Pat Lut

Saudi Arabia adalah tempat paling menjanjikan bagi pekerja asing, khususnya dari negara-negara muslim yang sedang berkembang. Banyak pekerjaan kasar yang dapat diisi oleh pekerja muslim dari berbagai negara.

Pekerja dari Pakistan, India dan Indonesia sangat dominan di dua kota suci Mekkah dan Madinah. Khusus di Masjidil Haram saja ada ribuan pekerja dari negara-negara itu.

Mereka bekerja membersihkan lantai, lemari Al-Quran, menyediakan kursi, menyediakan kantong sepatu, mengisi air zam-zam dan sebagainya. Ribuan atau mungkin saja puluhan ribu pekerja asing itu terus sibuk dengan pekerjaanya tiada henti. Mereka terus bergerak sesuai shiftnya dari pagi, siang, malam hingga subuh.

Para pekerja itu terlihat berwajah ceria, tersenyum dan dengan ramah menyapa jamaah. “Silahkan, apakah perlu saya ambilkan air,” kata Sajjad Ahmad didampingi Muhammad Ibrahim saat menyapa aceHTrend.CO yang hendak mengambil air zam-zam dari galon yang telah disiapkannya, Kamis (7/4/2016).

Sajad Ahmad dan Muhammad Ibrahim adalah dua di antara pekerja asing di Masjidil Haram. Para pekerja itu mendapat keuntungan ganda bekerja di Saudi Arabia, khususnya di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Madinah.

Keuntungan-keuntungan itu adalah: Pertama, mereka mendapatkan gaji bulanan dengan mata uang Riyal.

Kedua, mereka selalu berkesempatan shalat berjamaah di Masjidil Haram yang pahalanya setara seratus ribu kali lipat dibanding shalat di masjid lain.

Ketiga, mereka mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji setiap tahunnya. Sementara kalau dari negara asal, untuk dapat naik haji membutuhkan biaya besar dan harus antri sesuai kuota yang tersedia.

Keempat, mereka mendapat kesempatan menunaikan ibadah umrah setiap minggunya, khususnya pada hari libur kerja.

IMG20160407062837

“Saya sudah dua kali naik haji. Kalau umrah setiap minggu,” kata seorang pekerja asal Purwakarta, Jawa Barat, yang sengaja menyapa aceHTrend.Co di Masjidil Haram.

Nah, bagi pemuda Aceh yang berkeinginan untuk dapat bekerja di Saudi Arabia, perlu melacak informasi lebih jauh melalui perwakilan negara itu di Indonesia, melalui agen penyalur tenaga kerja atau melalui website-website resmi. Yang pasti, selalu ada jalan bagi mereka yang gigeh (gigih) dalam berusaha. 

(Hasan Basri M Nur, dari Saudi Arabia)
Foto: Muhammad Ibrahim

KOMENTAR FACEBOOK