Pesan Terakhir Ibu Babi

Tersebutlah sebuah negeri yang bernama Ancham. Negeri itu terletak di ujung sebuah pulau bernama Syumutrah. Negeri yang hijau, namun penuh huru-hara.

Pada suatu ketika, seorang Raja Ancham berniat melakukan sebuah terobosan jangka panjang. Dia dengan mengundang duta negeri sahabat, memberikan peluang untuk mengangkut semua babi yang keberadaannya sudah surplus di Ancham.

“Bila tuan-tuan berkehendak. Silahkan sandarkan kapal ke pelabuhan. Angkut semua babi di sini. Kami siap menjual kepada tuan semua binatang hama itu,”.

Segala duta besar yang datang dari berbagai kingdom terkejut. Mereka kaget bukan kepalang. Karena tawaran itu datang dari seorang raja negeri yang menyebut diri syar’i dengan ajaran agama.

Kabar rencana sang raja itu terdengar pula ke sebuah hutan kecil yang masih tersisa di tengah perkebunan sawit. Sang induk babi kemudian memanggil semua anak-anaknya.

Ibu babi: Anak-anakku sekalian. Mungkin sebentar lagi kita semua akan dibawa keluar negeri. Sang raja hendak membuka kran eksport untuk bangsa kita.

Anak babi 1: Tabayyun dulu ibu. Siapa tahu itu fitnah untuk merusak citra baik raja Ancham.

Anak babi 2: Benar bunda. Mungkin raja berkelakar di depan tamu negara. Kemudian berita itu dibesar-besarkan oleh lawan politiknya.

Ibu babi: Terserah kalian percaya atau tidak. Ibu hanya hendak berpesan, kemanapun kelak kalian dibawa, tetaplah menjadi babi. Tetaplah istiqamah dengan identitas diri, bahwa bangsa babi adalah pemakan segalanya.

Durhakalah di antara kalian bila ada yang meniru sifat anjing, kucing apalagi sifat manusia. Karena manusia adalah makhluk yang paling tidak bisa dipegang janjinya. Mereka sangat cepat berubah bila sudah dihadapkan pada godaan-godaan.

Mereka siap memutarbalikkan ayat Tuhan hanya demi membenarkan sebuah kesalahan yang dilakukan oleh tuannya. Mereka pun siap melanggar apapun, hanya demi mencari muka di depan pemilik kekuasaan.

Ingat pesan ibu. Bila kelak kalian sampai ke Hongkong, Australia, Amerika, jangan lupa bahwa kalian tetap babi Ancham, yang rakus, pemakan segalanya namun tidak suka mencuri, tidak munafik,dan tidak gila pada jabatan.

Tetap pegang teguh haba indatu babi Ancham “Seupot pu nyang na, asai meulinteung kaleung, nyang hareum tangah,”.

Good luck anakku. Semoga kalian tetap menjadi babi. []

KOMENTAR FACEBOOK