Ternyata Listrik Aceh Defisit dan Masih Radial, Ini Solusinya

PLN Aceh

ACEHTREND.CO, Medan – Setelah meninjau langsung pembangkit listrik PLTU Pangkalan Susu, mahasiswa yang terdiri dari 14 BEM Universitas se-Aceh melakukan kunjungan ke Unit Pengatur Beban (UPB) Sumbagut. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui besaran beban listrik yang di suplay ke Aceh.

Dalam kunjungan tersebut mahasiswa beraudiensi dengan pihak UPB Sumbagut diruangan aula utama UPB Sumbagut.

IMG-20160430-WA0008

Dalam penjelasannya, Manager UPB Sumbagut, Elvanto menerangkan penggunaan listrik di Aceh mengalami peningkatan pesat. Aceh saat ini memerlukan tegangan 357,9 MW sedangkan yang tersedia di Aceh sendiri hanya berkisar 264,2 MW. Sehingga Aceh mengalami defisit listrik, dan defisit itu ditutupi dari suplay energi listrik Sumut.

IMG-20160430-WA0007

Ada beberapa kendala mendasar terkait pelistrikan di Aceh, kendala tersebut meliputi;
1. Sistem jaringan listrik di Aceh masih radial. Dengan sistem ini kendala yang akan dihadapi adalah jika terjadi permasalahan di pangkalan penghantar listrik maka sampai ke Aceh akan terganggu.

2. Masalah kecukupan daya. Sejauh ini Aceh masih kekurangan daya dan masih di suplay dari sumut.

3. Pembangkit listrik di Aceh belum merata, ada gardu induk yang terkendala tegangannya rendah. Transfer daya yang jauh dari Sumut seperti di Banda Aceh sering terkendala tegangan rendah, itu terjadi jika ada kendala di PLTU Nagan Raya baik itu gangguan atau pemeliharaan.

Ada beberapa solusi untuk menyelesaikan persoalan pelayanan listrik di Aceh, diantaranya;
1. Aceh harus memambah pembangkit listrik, dan dalam tahun 2016 akan ada penambahan daya dari PLTD Arun 100 MW. Ditargetkan pada November 2016 sudah masuk dayanya.

2. Perbaikan tegangan dengan pemasangan kapasitor. Saat ini sedang dilakukan pengkajian mungkin realisasinya pada tahun ini pada semester 2 nanti akan dipasang salah satu kapasitor di wilayah Aceh.

3. Pembangunan jaringan lingkar, tidak hanya radial melalui wilayah barat selatan dan tengah wilayah Aceh. Pembangunan ini dijadwalkan selesai pada tahun 2020.

Dalam proses pelayanan, jelasnya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih baik, harapannya masyarakat juga ikut serta dalam program-program pemerintah dibidang kelistrikan.[]

KOMENTAR FACEBOOK