CPSS UIN Ar Raniry Gelar FGD Perdamaian dan Kesejahteraan

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Center for Political & Strategic Studies (CPSS) UIN Ar Raniry kembali menggelar FGD – Solution Studies, Rabu (4/5/2016) pagi.

“Ini FGD ketiga. Sebelumnya, kita sudah menggelar FGD soal Alabas dan Kota Madani,” kata Dekan FISIP UIN Ar Raniry, Prof Dr Nasir Budiman dalam iftitahnya.

FGD Perdamaian dan Kesejahteraan yang berlangsung di ruang sidang Rektor UIN Ar Raniry ini dihadiri oleh 25 orang dari berbagai kalangan.

Dekan FISIP UIN Ar Raniry mengatakan, FGD Perdamaian dan Kesejahteraan dilakukan karena sangat menantang untuk mengetahui mengapa dengan uang Aceh yang begitu berlimpah namun wajah kesejahteraan Aceh belum begitu menggembirakan.

“Kemiskinan Aceh masih berada di urutan ke 7 dan mutu pendidikan kita masih di posisi tiga puluh dua,” katanya sambil mengajak seluruh peserta untuk mendiskusikan dengan serius.

“Paska FGD ini kita akan kaji lebih lanjut agar lahir rekomendasi yang dapat kita berikan kepada pemerintah,” tambahnya lagi.

FISIP UIN Ar Raniry
Pada kesempatan awal, dekan Fisip UIN Ar Raniry menyampaikan bahwa Fisip lahir 2014, dua tahun lalu. Saat ini, Fisip UIN Ar Raniry sudah ada mahasiswa dua angkatan, sebanyak 300 orang, dua prodi, ilmu politik dan administrasi negara. Fisip UIN Ar Raniry kata dekan bukan fisipol. Fisip adalah fakultas ilmu sosial dan pemerintahan.

Dekan Fisip UIN Ar Raniry menambahkan bahwa jumlah dosen baru berjumlah sekitar 14 orang tambah pimpinan 6 orang.

“Selebihnya dosen luar biasa dari berbagai disiplin ilmu,” katanya.

CPSS dibuat sebagai pengejawantahan visi misi Fisip dalam hal menjadi solusi bagi publik dan pemerintahan.

“Salah satu untuk mencapai itu lahirlah CPSS. Ini kali yang ketiga dilakukan fgd. Moga membawa pencerahan dan bermanfaat bagi mahasiswa dan pemerintah secara praktis,” tutupnya dan selanjutnya fgd dipandu oleh Ismar Ramadhani. Sampai berita ini dibuat, Yarmen Dinamika sedang mendedah data-data disepanjang Aceh menjalani masa perdamaian. Stepi Anriani, Sekjen DIP Center juga ikut hadir dalam diskusi yang melibatkan para tokoh Aceh ini.[]

KOMENTAR FACEBOOK