Surat Untuk Saut Situmorang dari Kader HMI Aceh

Oleh Zulfahmi Hasman

Assalamualaikum Wr. Wb.

Maaf sebelumnya jika salam saya mengusik hati bapak, selayaknya sebagai seorang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sudah sepatutnya saya memberikan salam di awal surat ini saya tuliskan, karena itu merupakan suatu khazanah nilai di dalam Islam agar mengawali salam, untuk saling menyapa dengan yang lainnya.

Mungkin tidak terasa aneh bagi bapak, meski bapak berkeyakinan berbeda dengan kami sebagai seorang Khatolik yang taat, namun saya percaya keseharian bapak menghabiskan banyak waktu dengan para elit di Negeri ini yang mayoritas adalah Muslim.

Pak, Apa kabar Bapak Saat ini?

Saya doakan Semoga bapak dalam keadaan baik dan sehat-sehat saja, meski banyak kader HMI dan KAHMI mengecam pernyataan bapak saat ini di seluruh pelosok Negeri. Sebenarnya saya juga merupakan salah satu orang yang mengutuk bapak atas pernyataan bapak tentang Himpunan yang telah memberikan banyak sumbang sih ilmu kepada kami, kadang saya berfikir pengutukan itu juga tidak etis jika saya secara pribadi paksakan itu, alangkah baiknya saya menulis surat terbuka ini, yang saya tujukan kepada seorang berdarah Batak dan juga orang hebat di tubuh KPK, yang Tidak tau tentang Backgroud Basic LK I HMI, lalu mengklaim LK I HMI ketika menjadi pejabat akan sangat jahat dan korup. agar semua Rakyat Indonesia tau, kenapa kami marah dengan sikap bapak.

Inilah pernyataan bapak yang terucap beberapa hari yang lalu. “Mereka orang-orang cerdas ketika menjadi mahasiswa, kalau HMI minimal LK I. Tapi ketika menjadi pejabat, mereka korup dan sangat jahat,” Benarkah demikian bapak?.

Pernyataan bapak sangat berani, lugas dan jelas. Jika saat ini bapak lagi duduk di teras rumah, tolong bapak hidupkan Laptop bapak, sedikit bapak bagikan jaringan Wifi yang ada di HP bapak ke Laptop, cobalah bapak cari di Internet, sejahat apakah HMI itu pak? Sekorup apa pak HMI itu? Kalau pun bapak sempat, jangan lupa bapak carikan berapa banyak Anak HMI yang menjadi Koruptor di Negeri ini? Lalu Bapak juga jangan lupa, berapa banyak pula HMI telah abdikan kader-kadernya untuk Bangsa ini? Oia juga bapak perlu lihat bagaimana peranan HMI dalam mempertahankan Kemerdekaan Bangsa tempat Bapak di lahirkan. Kalau pun Internet tidak bisa menjawab, boleh bapak luangkan waktu bapak untuk sekedar jalan-jalan kekantor BPK RI selaku Patrner bapak bekerja, ajak pimpinan BPK RI untuk membedah tentang HMI. Pasti bapak akan terkesima dengan penjelasan senior saya di sana.

Apakah Bapak Pernah Mengikuti Basic Training LK I HMI pak?

HMI itu organisasi yang sangat besar pak, HMI itu tidak hanya ada di kota-kota besar di Indonesia. Bahkan hampir di setiap desa, distrik, nagari dan gampong di Indonesia saya sangat yakin kader HMI pasti ada disana. Bapak harus tau di dalam organisasi pak, kami di satukan oleh ideologi, ideologi ini yang menjadikan kami begitu sangat kuat merajut persahabatan menuju persaudaraan dalam sebuah kekeluargaan baru yang di sebut HMI. Bapak percayalah suatu ketika nanti Negeri ini akan mengadopsi nilai Ideologi dari kami.

Sebagai orang berdarah Batak harusnya bapak tahu, HMI itu juga digagas oleh putra terbaik Batak yang di lahirkan di Sipirok, Tapanuli Selatan. Di dalam HMI tidak pernah kami diajarkan bagaimana cara menjadi koruptor yang baik, menjadi penjahat yang kejam atau pun menjadi penipu yang ulung. Asal bapak tau Tujuan HMI Sangat mulia pak, ini Tujuan HMI pak “Terbinanya Insan Akademis, Pencipta, pengabdi Yang Bernafaskan Islam dan bertanggungjawab Atas Terwujudnya Masyarakat Adil Makmur yang di Ridhai Allah SWT”. Adakah sedikit saja kalimat yang menyimpang, kadang merugikan Negara dan Bangsa yang besar ini dari tujuan yang telah ditanamkan dalam setiap jiwa kader HMI pak? Di LK I saja pak kami di didik layaknya seperti anggota dewan yang lagi rapat Paripurna di Parlemen yang mulia, siang malam kami di gedok untuk tidak tidur, selalu di forum, berdebat mencari sebuah kebeneran, memeras otak, tenaga, dan fikiran. meniadakan makan dan mandi, agar kami terbiasa menghadapi kondisi kritis Bangsa suatu ketika. Kami adalah Pemimpin yang disiapkan untuk mememimpin Negeri ini kemudian hari. Di LK I saja pak, target kami sangat Mulia pak “Terbinanya kepribadian muslim yang berkualitas akademis, sadar akan fungsi dan peranannya dalam berorganisasi serta hak dan kewajibannya sebagai kader umat dan kader bangsa”. Itu adalah prioritas utama agar mahasiswa dapat tergabung dalam keluarga besar HMI. Setidaknya mareka bisa mengamalkan ilmu, iman dan amal untuk kemaslahatan bangsa dan negara.

Sebagai sebuah organisasi besar yang telah banyak memberikan tatanan penting kepada Ibu Pertiwi, tidak seharusnya seorang seperti bapak memandang HMI sebelah mata, Saya sangat akan setuju jika Oknum dari kader HMI ketika salah bapak tegur, bapak nasehati selaku orang pengambil kebijakan di KPK, tapi apa bapak layak untuk mencontreng nama baik HMI? Apakah bapak lupa jasa HMI yang pernah di persembahkan untuk Indonesia. HMI sudah sangat melalang buana pak, berjuang dan mempertahankan hadiah Kemerdekaan, bapak ingat Umur bapak saat ini masih lumayan muda, baru menginjak 57 Tahun di Maret kemarin. HMI itu pak, sudah tua, malah sangat tua dari bapak, kini Organisasi yang kami Cintai Berumur genap 69 Tahun. Belum lagi kadernya yang lebih Tua dari HMI, segala wujud dan bentuk kader ada di HMI, dari Sabang sampai Tanah Papua tersebar luas anak HMI sebagai orang Hebat di Negeri ini. HMI punya segalanya, yang terhormat Bapak Saut Situmorang punya apa, bapak?

Saya akan sedikit mengambarkan siapa mareka ini:
Abdullah Hehamahua, SH, MM, beliau di lahirkan di Saparua, di Indonesia Timur tepatnya di kepulauan Maluku. Sewaktu kuliah beliau banyak menghabiskan waktu berHMI, terakhir beliau menjadi pucuk pimpinan PB HMI 1979-1981. Dan jauh sebelum bapak bersandar di Kursi salah satu pimpinan KPK sudah duluan kader HMI berada disitu, kini Abdullah menjadi salah satu orang Penasihat KPK.

Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D., S.H., S.U. (lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957; umur 58 tahun) adalah Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 dan Hakim Konstitusi periode 2008-2013. Sebelumnya ia adalah anggota DPR dan Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar Doktor pada tahun 1993 dari Universitas Gadjah Mada. Sebelum diangkat sebagai Menteri, Ia adalah pengajar dan Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Beliau ini bapak Saut, adalah kader HMI tulen. Buktinya Abangda Mahfud MD kini menjadi Ketua Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).
Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif (lahir di Sumpurkudus, Sijunjung, Sumatera Barat, 31 Mei 1935; umur 80 tahun) adalah seorang ulama, ilmuwan dan pendidik Indonesia. Ia pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) dan pendiri Maarif Institute, dan juga dikenal sebagai seorang tokoh yang mempunyai komitmen kebangsaan yang tinggi. Sikapnya yang plural, kritis, dan bersahaja telah memposisikannya sebagai “Bapak Bangsa”. Ia tidak segan-segan mengkritik sebuah kekeliruan, meskipun yang dikritik itu adalah temannya sendiri. Ada banyak pak, sangat banyak malahan senior kami berada pada poros Intim Pemerintahan Negeri ini untuk pengabdian sebagai kader ummat dan kader bangsa. Apakah ini juga merupakan sebuah keragu-raguan bapak untuk melihat sisi lain dari kader HMI?

Mareka merupakan sedikit dari banyaknya kader yang ada di Indonesia, tidak akan cukup waktu jika saya tuliskan lembaran kertas ini dimulai dari zaman Orde lama, Orde Baru, Masa Reformasi dan saat ini, tentang identitas jutaan kader HMI di seluruh pelosok negeri pak. Itu masih di Indonesia. Saya kasih tahu sama bapak, ada beberapa negara di Dunia yang telah siap untuk membuka cabang di negara yang mareka tempati sebagai amanah dari Kontitusi HMI, kalau bapak sempat akhir bulan ini datanglah pak ke Malaysia, untuk melihat kegiatan Pelantikan KAHMI yang ada di Negara tetangga akan di Lantik. Mungkin dengan demikian HMI akan dapat menjawab sebuah keragu-raguan bapak terhadap nilai integritas tinggi yang di berikan oleh HMI kepada Generasi penerus di Negeri ini.

Fikirkan Pak Baik-Baik?

Atas pernyataan bapak, semua kader kini mengecam bapak, malah di Makassar kawan-kawan di sana sudah tidak bisa bersabar lagi agar bapak untuk segera mundur dari Jabatan Bapak sekarang. Sungguh mareka sangat mengutuk bapak, membenci, murka bahkan akan siap melaporkan bapak ke setiap kabupaten kota di Indonesia. Saya yakin bapak tidak pernah berfikir akan serumit ini. Namun inilah pak kami HMI, kami yang dididik untuk mencari kebenaran, menghukum yang bersalah, memisahkan antara benci dan cinta dalam menegakkan Hukum. Oknum bisa untuk di hukum jika salah, tapi jangan pernah membawa Almamater kedua kami dalam permasalahan Korupsi di Negeri ini.

Tingginya tensi mahasiswa ini akan susah untuk diredam pak jika saja bapak terlambat untuk mengambil sikap. Kini kesempatan bapak untuk meminta maaf kepada HMI sudah terbuka lebar, masih ada banyak pertimbangan dari senior di Organisasi ini untuk memberikan jeda waktu bagi bapak dalam menetukan sikap. Bapak mesti ingat, kalau pun batasan waktu itu bapak juga belum meminta maaf kepada HMI, yakini saja pak, bapak tidak akan pernah merasakan kenyamanan di kursi bapak. Semua kader akan menempuh berbagai cara untuk mengoyahkan bapak dari salah satu pimpinan KPK. Bukan saya bermaksud mengancam bapak, sungguh saya tidak berniat sedemikian rupa pak. Hanya saja memperingatkan bapak dengan teguran yang lumayan keras. Tidak sekeras ocehan bapak kepada Organisasi kami.

Di tempat bapak mengajar, pasti banyak mahasiswa bapak yang mempunyai Basic HMI, mareka juga akan murka pada bapak secara Independensi Organisatoris dan jika membidik secara Independensi etis itu akan kembali kepada Individu yang menilai. Karena kebebasan Hak dalam HMI merupakan sebuah Kemerdekaan yang Universal yang bersifat tidak mengikat.

Kini HMI telah menunjukan siapa diri mareka pak, cukup sudah bapak untuk melihat HMI sedekat ini. Jika pun terlalu dekat bapak akan melihat HMI, bapak tidak akan menemukan HMI di sana. Karena HMI akan bapak temukan dalam Basic LK I sebagai landasan awal untuk terbentuknya moral, memahami himpunan, faham akan tujuan, mengejar target Organisasi dan meraih cita-cita Himpunan.

Penulis : Zulfahmi Hasman S.IP. Mantan Pengurus BPL HMI Cab. Banda Aceh

KOMENTAR FACEBOOK