UN SMA Bireuen: Anjlok Bukan Bermakna Jeblok?

Peringkat Ujian Nasional Tingkat SMA/SMK/MAN Bireuen terjun bebas. Kabupaten yang tenar dengan sejumlah sekolah hebat, berada di rangking 22 untuk 23 kabupaten/ kota yang ada di Aceh.

Semua terkejut. Sebagian menilai bahwa peringkat 22 itu bertolak belakang dengan sejumlah publikasi yang dilakukan oleh Pemkab Bireuen, khususnya Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Nasrul Yuliansyah.

Lalu benarkah kualitas pendidikan Bireuen terpuruk? Eit! Tunggu dulu. Tahun ini–dari selentingan kabar– Dinas Pendidikan Bireuen sudah berani menguji coba program Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN). Drs. Nasrul Yuliansyah, Jumat (13/5/2016) mengakui itu. “Peringkat 22 hasil uji UN. Belum mewakili kualitas kejujuran. Tahun ini kita terapkan UN berintegritas di sini. Peringkat integritas belum diumumkan,” ujar mantan Kepala SMK 1 Bireuen itu.

Beberapa kalangan mendukung itu. Mereka beranggapan peringkat UN–bila penuh tipuan seperti tahun- tahun silam– tentu tidak akan bermakna. Karena akan sulit membedakan yang mana loyang yang mana emas.

Tahun ini pula, Bireuen ikut menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk lima sekolah. Termasuk SMA 1 Bireuen. Hasil rata- rata memang anjlok.Tapi kualitas peserta didik benar-benar terlihat. Di sisi lain, SMA 1 Bireuen berhasil meraih indeks integritas tinggi.

Prestasi lanjutannya adalah sebanyak 76 siswanya lulus SMPTN tanpa tes. Mereka bisa menembus sejumlah universitas berkualitas di Indonesia seperti Institut Teknologi Surabaya (ITS), dan sejumlah nama lainnya.

Di SMK 1 Bireuen, sebanyak 30 siswa lulus SMPTN tanpa tes. Tahun ini, tiga siswanya mewakili Aceh ke ajang nasional di Magelang Jawa Tengah dalam Lomba Keterampilan Siswa (LKS). Mereka akan berangkat ke sana pada 21 Mei 2016.
***

Nasrul Yuliansyah, paham betul resiko memilih UN berintegritas. Akan ada yang jeblok, walau bukan berarti terpuruk secara kualitas. Namun resiko tetap harus ditempuh demi terwujudnya pembangunan SDM yang mumpuni.

Dia juga menjelaskan, peringkat 22 UN se Aceh untuk tingkat SMA, merupakan elaborasi hasil untuk dua institusi penyelenggara pendidikan, yaitu disdik dan depag.

“Itu hasil untuk dua penyelenggara pendidikan. Disdik dan depag,” jelasnya.

Menteri Pendidikan Republik Indonesia, Anies Baswedan, Kamus (12/5/2016) mengatakan, ada peningkatan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) untuk kelompok IPA di Aceh. Nilainya 59,90 atau naik 12,32 dari tahun 2015 yang hanya 47,58.

Anies memberikan apresiasi bahwa banyak daerah di Indonesia sudah memilih UN berintegritas sebagai pilihan.

Semoga saja pil pahit –gara- gara memilih UN berintegritas– oleh disdik Bireuen, boleh berbuah madu dikemudian hari. Nasrul Yuliansyah telah mencoba memilih integritas dalam UN.[]

KOMENTAR FACEBOOK