Abu Tu Min Minta Tarmizi Karim Selesaikan Masalah MoU

ACEHTREND. CO, Bireun — Pimpinan Dayah Al Azziziyah, H. Muhammad Amin yang akrab disapa Abu Tu Min menerima kunjungan Calon Gubernur Aceh Ir. H. Tarmizi A Karim, M. Sc beserta istri dan rombongan di kediamannya, desa Blang Bladeh, Minggu (15/5) setelah sebelumnya sempat mengunjungi Dayah asuhan Abu Tu Min sekaigus melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah.

Tarmizi mengaku sudah sangat lama berencana menemui ulama kharismatik ini, namun baru bisa terealisasi sekarang.

“Sudah sangat lama kerinduan ini ingin saya pupuskan, sekarang baru bisa terpenuhi,” ujarnya.

IMG-20160515-WA0073

Dalam silaturrahmi yang berlangsung akrab penuh suasana kekeluargaan ini, Tarmizi dan Tu Min membicarakan masa depan Aceh. Mantan Bupati Aceh Utara ini menyampaikan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh pada Pilkada 2017 nanti, sekaligus minta restu layaknya anak kepada orangtua.

Niat putra Lhoksukon ini pun mendapat sambutan baik dari Abu Tu Min. “Sebenarjih jinoe lon ka watee pangsion (sebenarnya sekarang saya sudah waktunya pensiun),” ujar Tu Min membuka pembicaraan.

Beliau melanjutkan, “Saat ini para ulama Aceh sedang menunggu lahirnya seorang pemimpin. Kami para ulama selalu berdo’a, Ya Allah berikanlah bagi kami pemimpin yang mampu membawa ummat selamat dunia dan akhirat,” ucap Tu Min dengan mata berkaca-kaca.

Menyangkut niat Tarmizi A Karim mencalonkan diri sebagai Gubernur, Abu Tu Min berpesan. “Jika memang tekad ananda sudah bulat untuk membangun Aceh, maka pesan saya pada ananda Tarmizi, apabila Allah mengizinkan ananda untuk memimpin Aceh, selesaikanlah setiap butir yang ada dalam MOU Helsinki itu,” pintanya pada Tarmizi.

Menurut Abu Tu Min, MOU itu tidak bisa ditukar dengan apapun termasuk uang. “Darah orang Aceh taruhannya. Puluhan ribu jasad orang Aceh tak tahu dimana pusaranya,” kenang tengku yang dikenal akrab dengan semua kalangan.

Pintanya yang kedua adalah, Aceh bisa bersatu dalam suasana kekeluargaan. “Sekarang marak disebut-sebut plah provinsi, maka pesan saya yang kedua kepada ananda Tarmizi jangan sampai kita terpisah-pisah lagi. Saya harap Aceh ini selalu bersatu,” pinta ulama chik yang sudah banyak melakukan kaderisasi ulama di Aceh.

Setelah berbincang-bincang lama di kediaman Abu Tu Min, Tarmizi A Karim mohon diri karena masih ada kegiatan diskusi publik di Matang Geulumpang Dua yang harus dihadiri.

Namun Abu Tu Min seperti berat melepaskan mantan Bupati yang sudah sangat dekat dengannya sejak dulu. “Mengapa buru-buru? Memangnya sudah habis yang kita bahas?” tanya Abu Tu Min seolah berat berpisah.

Namun Tarmizi A Karim harus mengisi materi pada kegiatan diskusi publik yang berlangsung di kota Matang Geulumpang Dua,selanjutnya menuju bandar udara Malikul Saleh Krueng Mane untuk kembali bertolak ke Jakarta. []