Ketua KIP Aceh: Bila Qanun Tak Lahir, Kita Gunakan PKPU Khusus

Ridwan Hadi, Ketua KIP Aceh. Sumber foto: The Globe Journal

ACEHTREND.CO, Banda Aceh- Ketua Komisi Independen pemilihan (KIP) Aceh,Ridwan Hadi, Kamis (19/5/2016) di Pendopo Gubernur Aceh mengatakan, apabila Qanun Aceh yang mengatur tentang Pilkada 2017 tidak kunjung selesai, pihaknya akan menggunakan PKPU khusus. Dia meminta semua pihak untuk mendorong lahirnya qanun, karena hanya Aceh yang diberikan kewenangan khusus mengatur pilkada sendiri.

“kita KIP ini bukan penafsir undang-undang, kita tidak boleh menafsirkan hukum, tidak boleh menafsirkan peraturan tapi kita adalah pelaksana dari aturan itu lalu apa yang menjadi pedoman bagi kita? Yang menjadi pedoman bagi kita adalah regulasi-regulasi, kita sudah sepakat bahwa di Aceh pelaksanaan pilkada itu dengan UU no 11tahun 2006, lalu kemudian yang tidak diatur oleh undang-undang no 11 boleh kita gunakan UU no 8 aturan pelaksanaan UU nomor 11 adalah qanun sedang aturan UU no 8 itu adalah PKPU,” terangnya.

Dia juga menyebutkan, Qanun Aceh nomor 5 tahun 2007 sudah tidak relevan lagi untuk konteks hari ini. Ada pasal yang tidak relevan lagi dengan kebutuhan pemilu. Sebagai penyelanggara, pihaknya berharap lahirnya qanun baru sebagai batu pijakan.

Ridwan juga mengatakan, untuk menjawab konteks kekinian pilkada di indonesia, aturan harus ada,Indonesia sudah sering mengalami kekosongan hukum. “kita KIP akan mengisi kekosongan ini, saya tidak mau berandai-andai terhadap qanun yang belum selesai, acuan kita tetap qanun.Apabila juga tidak selesai kita akan isi itu. Akan ada PKPU
khusus, tenang nanti akan ada jawabannya…mohon dukungannya karena penyelengaraan pilkada di Aceh ini tidak boleh berhenti harus berjalan sesuai jadwal,” katanya.

Ridwan mengajak semua pihak agar mendorong Pemerintah Aceh dan DPRA agar mampu melahirkan qanun pilkada Aceh 2017.Dia menambahkan, harus diingat bahwa aturan pilkada di 34 provinsi, hanya Aceh yang diberikan kewenangan
mengatur pilkada sendiri. “Maka mari kita sahuti itu jangan justru itu kita jadikan polemik,” imbuhnya.