Cincin Kawin Iswan Tallo dan Doa yang Dikabulkan

Baju dinas almarhum Iswan tallo yang masih utuh walau terbenam lumpur 11 tahun.

ACEHTREND.CO, Calang- Terbenam dalam lumpur selama 12 tahun, dan tubuhnya telah hancur berkalang tanah, atribut Brimob yang melekat di tubuh Bharaka Iswan Tallo atau bernama lengkap Wasiatun Al-Iswan Tallo masih utuh. Tidak lapuk dimakan zaman. Seharusnya, pakaian itu sudah turut hancur bersama jenazah prajurit POLRI itu.

“Kondisi pakaian dinasnya masih bagus. Tidak lapuk. Seharusnya sudah hancur bersama lenyapnya jasad adik saya almarhum Iswan Tallo,”ujar Satriawan Kalping Tallo (38) kakak kandung almarhum, kepada aceHTrend, Senin (23/5/2016).

Dengan mata berkaca-kaca, Satriawan menceritakan, semenjak tsunami meluluhlantakkan Aceh, dia kehilangan kontak dengan almarhum. Handphone yang bersangkutan masih bisa ditelepon hingga pukul 09.00 WIB, Minggu (24/12/2014). Namun tidak ada yang mengangkat. Setelahnya lost kontak hingga 12 tahun lamanya.


Hingga akhirnya, pada Minggu (22/5/2016) Yuwita Tallo mengabarkan kepada dirinya tentang berita penemuan kerangka anggota Brimob di Aceh Jaya yang dimuat aceHTrend. Saat itu media ini menuliskan nama almarhum Iswan Tailo, merujuk pada nama di baju dinas yang agak kurang jelas karena tertutupi lumpur.

“Ini mukjizat dari Allah. Selama ini keluarga tetap berkeyakinan almarhum akan pulang ke Alor. Kini doa-doa itu terjawab, walau adik saya pulang hanya kerangkanya saja. Ini rahasia Allah. 11 tahun bukan waktu yang singkat untuk menghilangkan semua bukti identitas dirinya. Namun lumpur sawah di Gampong Blang Dalam, Kecamatan Darul Hikmah, Aceh Jaya, telah menyimpannya dengan baik untuk kami,” katanya dengan mimik wajah menahan haru.

Cincin Kawin
Senin (23/5/2016) aparat kepolisian dari unsur Brimobda Aceh dan Polres Aceh Jaya, melakukan pencarian lanjutan terhadap kerangka Iswan Tallo di persawahan Blang Dalam, tempat sebagaian keragka Iswan ditemukan oleh warga pada Minggu (22/5/2016). Pada pencarian ini, aparat berhasil menemukan tengkorak dan bagian rangka lainnya termasuk tulang jemari yang masih tersemat cincin kawin yang terukir inisial nama istri Iswan di bagian dalam.

Cincin kawin yang masih melekat di jemari almarhum.
Cincin kawin yang masih melekat di jemari almarhum.

“Ini cincinnya. Sudah saya pakai untuk dibawa pulang ke Alor. Ini cincin kawin milik istrinya yang almarhum pakai,” terang Satriawan.

Sebelum ditugaskan ke Aceh, Iswan Tallo, pada 16 Agustus 2003 baru saja mengikat janji suci, dengan menikahi Herlin Messakh. Mereka menikah di KUA Cimanggis. Baru setahun membina mahligai rumah tangga, Iswan dikirim ke Aceh pada 2004 dan ditempatkan di Aceh Jaya. Lelaki alim tersebut masuk Polri pada tahun 1999.

Buku nikah almarhum Iswan Tallo.
Buku nikah almarhum Iswan Tallo.

pasca tsunami Aceh, Herlin selama setahun masih menunggu kepulangan sang suami. Namun ia harus mengalah pada fakta, bahwa sang pujaaan hati tidak pernah kembali dan kabar beritanya tetap kabur. Pada akhirnya ia berangkat meninggalkan keluarga Tallo. Hingga kini–sampai kabar penemuan kerangka Iswan sampai ke Alor–, pihak keluarga almarhum belum berhasil menemukan kontak Herlin.

“kami lost kontak dengan istri almarhum setahun setelah tsunami Aceh. Dia memutuskan pamit pada keluarga. Kami tidak bisa menahan dirinya. Karena dia juga bisa menentukan pilihan hidupnya sendiri. Sampai kabar ini datang, ia belum berhasil kami hubungi,” terang Satriawan sambil berharap Herlin bahagia dengan hidupnya kini.

Kerinduan Sang Adik
Juwita Tallo adalah orang pertama yang mengetahui kabar adanya penemuan kerangka Iswan di Aceh Jaya. Walau jauh di Alor, NTT, sepertinya Juwita aktif memantau kabar dari Aceh.Di laman facebooknya, adik Iswan Tallo itu selalu menulis tentang kerinduannya kepada almarhum serta keyakinannya, bahwa suatu saat, sang kakak akan pulang ke kampung halaman.

Foto almarhum ketika masih hidup.
Foto almarhum ketika masih hidup.

25 Desember 2015, pukul 09.29 wib | miss u so much my brother Wasiatun Al’ Iswan Tallo..tetap menunggu kehadiran mu di rumah..selalu dan selalu..mg saat itu tiba kamu sdh ada disamping adik mu to merayakan smua kebahagiaan adik mu ini..amin..tetep slalu ingat setiap untaian kata kata nasihat mu yang sempat terucap sblm tgl 26 Desember Tsunami Aceh merenggut smuanya..tetp yakin kamu tetep ada..dan akan slalu ada..dan suatu saat nanti yakin kamu akan datang menemui adik mu ini.

Kerinduan itu kemudian membuncah. Doanya terkabul. Iswan ditemukan. Parjurit itu akan pulang kampung, walau dengan fakta bahwa yang pulang hanya nama dan kerangka. Namun semua itu adalah hal yang sangat berharga. Juwita ingin segera memeluk–walau hanya kerangka– sang kakak.

Status 23/5/2016: 12 tahun kluarga menunggu mu di rumah kak wasiatun al’iswan tallo…baik2 dlm perjalanan ya..kami menunggu mu di alor..sesampai di alor ade mu cm ingin memeluk mu sekuat kuatnya.

Terima Kasih aceHTrend
Di warung kopi Solong, Ule Kareng, Banda Aceh, sekira pukul 23.00 WIB, tim redaksi aceHTrend, ditemani oleh Pimred Tabloid Modus Aceh, Muhammad Saleh, bertemu dengan Satriawan dan sejumlah personil Brimob Polda Aceh. Dihadapan Pimred Muhajir Juli dan Pemimpin Umum Risman A. Rachman, atas nama keluarga, Satriawan mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga.

“Jasa bapak, wajib bapak lupakan, namun kami wajib untuk tidak melupakan jasa baik ini. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada aceHTrend dan sejumlah pihak lainnya. Karena media inilah yang pertama kali mengabarkan tentang penemuan jejak adik saya Iswan. Juga kepada bang Fauzi Cut Syam yang telah menemani perjalanan saya ke Aceh Jaya dan pulangnya ikut memangku keranda Iswan. Juga kepada bang Musliadi,” ungkap Satriawan.

Satriawan kalping Tallo, abang kandung Iswan Tallo, saat berdiskusi dengan aceHtrend.
Satriawan kalping Tallo, abang kandung Iswan Tallo, saat berdiskusi dengan aceHtrend.

Menanggapi itu, Risman A. Rahman mengatakan, ini adalah sebuah rahasia Ilahi. Berkat doa-doa cinta semua keluarga, akhirnya melalui aceHtrend, PMI dan warga Blang Dalam, Aceh Jaya, jejak Iswan berhasil ditemukan.

“Ini cara Allah mempertemukan kita semua. Atas nama redaksi, kami mengucapkan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya, semoga keluarga tabah atas musibah ini,” imbuh Risman. []