BEM Se – Aceh Sesali dan Ikut Mengecam Putusan STKIP BBM

ACEHTTREN.CO. Banda Aceh. Badan Eksekutif Mahasiswa se – Aceh sangat menyesali putusan kampus STKIP Bina Bangsa Meulaboh yang menskorsing mahasiswa atas aktifitasnya yang menuntut keterbukaan informasi publik. Hal ini disampaikan langsung para ketua BEM melaui fia Telpon kepada Acehtrend pada kamis (8/6/2016).

Presiden Mahasiswa Unaya, muslim menyampaikan “Jika benar karena persoalan meminta keterbukaan informasi trus di skor, berarti kampus tersebut membungkam hak-hak masyarakat dan mahasiswa untuk mendapatkan informasi, sekaligus mereka mengangkangi undang-undang yangg berlaku tentang hak untuk memperoleh informasi”, ujarnya.

“Kampus mestinya menjadi lembaga terdepan untuk mengajarkan generasi muda untuk bersikap transparan, bukan malah membungkam, dengan begitu kampus juga melawam hak ntuk memperoleh informasi yang dijamin oleh UU,” lanjut muslim.

Dihari yang sama, Presma UIN Ar-raneri Banda Aceh juga berpendapat “kasus ini tidak bisa dibiarkan, skorsing harus segera dicabut dan pimpinan kampus STKIP BBM harus bertanggung jawab. Kalau tidak mundur saja pimpinan STKIP BBM dari jabatannya”.

Hal senada juga disampaikan oleh Presma Unsam langsa, iqbal menyatakan “kasus ini harus ditindak lanjuti, kita juga harus melaporkan kasus ini ke lembaga Ombudsman RI”.

Perwakilan BEM UNIMAL juga menentang putusan ini “segera cabut skorsing dan penuhi informasi pemohon. Baiknya kita menempuh jalur hukum saja,” pintanya Muhammad Ali.

Sementara itu Presma UUI juga berpendapat “Skorsing Adalah cara para elit untuk membungkam mereka yang menyuarakan kebenaran atas hak mereka. Ini adalah kemunduran sistem birokrasi kita karena itu sudah diatur dalam Undang-undang dan pihak kampus mengabaikannya,” ujar Edi Noviar.

“Kita tentu berharap Kopertis wilayah 13 Aceh segera memanggil pihak kampus dan menindaklanjuti kasus ini. Hal ini tidak bisa dibiarkan, agar kejadian ini tdak terulang di kampus-kampua lain,” pungkas Edi. []

KOMENTAR FACEBOOK