Pilkada Aceh 2017, Berpotensi Berulangnya Kekerasan

Aryos Nivada

ACEHTREND.CO, Banda Aceh- Pesta demokrasi di Aceh berupa Pilkada 2017, berpotensi naiknya grafik kekerasan, baik fisik maupun teror yang berujung lahirnya ketakutan rakyat. Peran serta kepolisian menjadi kunci utama untuk mereduksi kekerasan jelang dan ketika pilkada berlangsung.

Demikian pendapat Aryos Nivada, pengamat politik dan keamanan Aceh, Selasa (14/6/2016). Dalam catatan alumnus Universitas Gadjah Mada tersebut, gejala akan meningkatnya praktik kekerasan menjelang pilkada sudah terlihat. Apabila dibiarkan, maka eskalasinya semakin kuat, bahkan bisa melahirkan korban jiwa.

“Tren kekerasan seperti pemilukada dan pileg yang dulu akan terulang. Gejalanya sudah terlihat. Bila diabaikan, akan jatuh korban jiwa seperti periode lalu,” ujar Aryos.

Untuk itu, Aryos berharap kepolisian Aceh pro aktif menangkal kekerasan. Dia juga mengapresiasi kinerja Polda Aceh,
karena sudah membentuk tim khusus pencegahan tindakan kekerasan fisik dan intimidasi di Pilkada 2017. Juga meminta vantuan personil dari Polda Sumut dan Sumbar guna mencukupi kebutuhan kekuatan pasukan.

“Saya berharap dengan adanya komitmen ini, serta dukungan dari TNI, pilkada Aceh 2017 akan berjalan damai, aman dan demokratis,” imbuhnya.