Giliran Mantan BEM dan Alumni STKIP BBM Kecam Keputusan Kampus Soal Skorsing Mahasiswa

ACEHTREND.CO. Meulaboh. Mantan Wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bina Bangsa Meulaboh (BEM STKIP BBM) Miko Sanjaya mengungkapkan kekesalan dan mengecam keputusan kampus yang dinilai sudah semena-mena dalam mengambil keputusan terkait skorsing 2 mahasiswa STKIP. Pernyataan tersebut disampaikan Miko kepada Acehtrend pada Selasa (28/6/2016).

Dalam pernyataannya, Miko mengecam keras keputusan pihak kampus STKIP yang semena-mena menskorsing 2 mahasiswa yang memperjuangkan keterbukaan informasi publik dikampus.

“Kami mengecam putusan skorsing yang dilakukan pihak kampus, ini jelas pembodohan dan ini adalah usaha untuk mengengkangi hukum di Indonesia. Kita ketahui kebebasan berpendapat diatur dalam UUD 1945, ditambah lagi Keterbukaan Informasi memeng sudah ada UU No. 14 Tahun 2008 yang jelas mewajibkan keterbukaan. Maka tidak ada alasan pihak kampus untuk melakukan skorsing” pungkas Miko.

Miko meminta pihak kampus untuk segera mencabut skorsing, apa lagi sekarang sudah masuk masa ujian final dikampus.
“Pihak kampus harusnya segera mencabut putusan ini, kami tidak ingin mahasiswa dirugikan karna arogansi pihak akademik kampus. Saya juga menghimbau mahasiawa STKIP BBM untuk tidak diam melihat persoalan ini, karna suatu waktu bisa saja kejadian ini terulang. Namun yang buat saya heran, sikap kampus seperti kebakaran jenggot, seakan ada yang ingin ditutup-tutupi” lanjut Miko.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu Alumni STKIP BBM, Riko Wijaya “kami sangat menyesali keputusan kampus STKIP atas skorsing ini, kami siap mendukung mahasiswa untuk terus menyuarakan kebenaran. Kita tidak ingin ada praktik mafia di kampus, diera reformasi semua haruslah transparan dan itu semua adalah amanah dari konstitusi negri ini”. pungkas Riko.

“Kami menilai skorsing adalah butut dari rasa ketakutan pihak kampus. Dugaan kami bisa saja ada banyak permainan bahkan penyelewengan anggaran kampus STKIP, sehingga penggunaan anggaran enggan untuk ditransparasikan, padahal mahasiswa sudah mengajukan permintaan transparasi sesuai dengan UU KIP,” ujar Riko menambahkan.

Kedua alumni STKIP BBM tersebut meminta semua pihak untuk terus mendukung dan menyuarakan terkait kasus skorsing ini karena menurut keduanya ini adalah kasus besar dan harus segera terselesaikan demi menjaga nama baik kampus STKIP.[]

KOMENTAR FACEBOOK