Pidie Penentu Kemenangan Pilkada Banda Aceh

Pilkada Kota Banda Aceh 2017-2022 tinggal menghitung hari. Beberapa nama bakal calon (balon) wali kota sudah mencul ke permukaan. Nama-nama yang dianggap sebagai balon adalah Illiza Saaduddin Djamal, Aminullah Usman dan Teuku Irwan Djohan. Sementara calon lainnya seperti Adnan Beuransyah dan Darmuda hingga saat ini belum diperhitungkan dan karenanya tidak menjadi bahasan dalam tulisan ini.

Illiza, Aminullah dan Irwan dinilai mempunyai kans yang sama untuk memenangi Pilkada Banda Aceh 2017. Ketiga nama ini sudah pernah terlibat dalam pertarungan yang sama pada 2012. Saat itu pasangan Mawardi Nurdin-Illiza yang memenangi pertarungan, Aminullah sebagai runner up dan Irwan mendapat medali perunggu.

Kemenangan Illiza saat itu diyakini sangat dipengaruhi oleh faktor Mawardi Nurdin, tokoh Partai Demokrat, tokoh pembangunan, dan juga dianggap sebagai tokoh masyarakat Pidie. Tanpa ada Mawardi effect, Illiza mungkin tidak ada apa-apanya.

Berbeda dengan Pilkada 2012, kali ini Illiza diuntungkan oleh stutusnya sebagai wali kota. Faktor ini membuat nama Illiza tetap populer meski sebenarnya tidak ada program fundamental dan spektakuler di Kota Banda Aceh selama masa kepemimpinannnya, kecuali sebatas jargon Kota Madani dan Syariat Islam Kaffah yang sebenarnya lebih tepat disebut tong kosong.

Buktinya, hukum Islam hanya berlaku untuk manusia kelas bawah, tidak tersentuh kaum elite seperti HBU yang tertangkap basah berbuat mesum dan banyak lagi. Sementara pembangunan Fly Over dan jembatan Lamnyong Raya yang terkesan monumental adalah proyek provinsi melalui APBN. Begitu juga pengembangan Masjid Raya.

Pada sisi lain, Irwan Johan, walau pada Pilkada 2012 keluar sebagai juara tiga, namun keberadaannya dinilai sangat fantastis. Sebagai tokoh muda yang baru muncul dia mampu membuat persaingan kian sengit kala itu. Orasi-orasinya, baik melalui media massa maupun media sosial, mampu menghipnotis kawula muda yang mendambakan pemimpin muda pembawa perubahan dan enerjik.

Dalam Pemilu Legislatif 2014 nama Irwan Johan kian melejit. Dia terpilih mewakili rakyat Aceh dari Dapil Aceh Besar, Banda Aceh dan Sabang untuk duduk di kursi DPRA dari Partai NasDem, yang selanjutnya terpilih sebagai Wakil Ketua DPRA.

Keberadaannya sebagai Wakil Ketua DPRA membuat nama Irwan kian bersinar, terutama karena sikapnya yang pro-rakyat, termasuk transparansi dalam pemanfaatan dana aspirasi. Popularitas ini menjadi modal besar bagi Irwan untuk memenangi Pilkada Banda Aceh, sejauh dia tidak membuat blunder seperti pernyataannya beberapa waktu lalu yang meminta ibukota Aceh dipindahkan ke Bandung, Jawa Barat.

Sedangkan Aminullah selama empat tahun terakhir namanya nyaris hilang. Ini tersebab yang bersangkutan tidak mempunyai kedudukan strategis dalam politik dan pemerintahan. Hal ini tentu tidak menguntungkan baginya.

Dari berbagai fakta di atas, maka dalam Pemilukada Banda Aceh 2017 pasangan Illiza dan Irwan Johan akan bersaing ketat. Penentu kemenangan adalah terletak pada formula kampanye yang diramu oleh timses dan tentu saja sosok pendamping cawalkot.

Harus diakui pada nama Irwan Djohan melekat semangat perubahan dan semangat muda. Sementara pada sosok Illiza melekat status quo yang kerap menjual jargon-jargon agama. Dalam hal ini tentu kalau Irwan Djohan mampu mengelola isu dengan baik, maka dia akan mudah memenangkan pertarungan versus Illiza.

Pidie Penentu Kemenangan

Sosok pendamping (cawalkot) tak dapat dinafikan dalam ajang Pemilukada. Melihat komposisi penduduk Banda Aceh yang didominasi penduduk Aceh Rayeuk dan Pidie (termasuk Pidie Jaya), maka siapa yang menggandeng tokoh asal Pidie akan membuka peluang lebih besar untuk menang. Harus diakui, dalam ajang Pemilu di Indonesia faktor primordial kedaerah masih menjadi penentu.

Seandainya Irwan Djohan menggandeng tokoh muda asal Pidie sebagai balon wakilnya maka peluangnya menang bertambah sekitar 30 persen. Ini mengingat penduduk Pidie di Banda Aceh, terutama di kalangan pedagang mencapai 60 persen, dan katakanlah yang terpengaruh isu primordial 30 persen saja.

Lalu, siapa tokoh muda asal Pidie yang populer saat ini? Salah satunya adalah Jamaluddin Jamil yang saat ini menjabat Ketua KNPI Provinsi Aceh. KNPI Aceh di tangan Jamaluddin sudah banyak perubahan, sangat aktif, partisipatif dan seakan bangun dari tidur panjang. Yang bersangkutan juga mempunyai kemampuan lobby dan komunikasi yang baik.

Andai Irwan Djohan berpasangan dengan Jamaluddin atau tokoh Pidie lain yang setara, maka peluang memenangi bursa Pemilukada Banda Aceh terbuka lebih lebar. Alasan adalah, pertama, kedua sosok ini adalah generasi muda yang tentu saja membawa perubahan dan enerjik. Kedua, kedua tokoh muda ini berasal dari daerah kantong asal-usul penduduk Banda Aceh yang dominan, yaitu Aceh Besar dan Pidie. Semoga!

KOMENTAR FACEBOOK