Saat Ibu Lain Berbelanja Baju Baru, Janda Ini Malah Kesulitan Mencari Tempat Berteduh

“Sebentar lagi lebaran. Semua ibu mikirin baju untuk anak-anak. Tapi saya mikirin tempat tinggal. Saya dan anak-anak tak punya tempat berteduh”, tulis Mala (37) melalui pesan singkat ke aceHTrend dua hari lalu.

Wartawan aceHTrend bertemu dengan Mala di pertokoan belakang Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Saat itu, dia sedang memperhatikan sebuah gudang usang yang tak berpenghuni. Dia meminta bantuan aceHTrend untuk menghubungkannya dengan pemilik gudang tua tersebut.

Mala adalah perempuan yang baru saja diceraikan suaminya. Dia mempunyai empat orang anak. Tiga orang anak tinggal bersamanya, dan satu lagi tinggal bersama bibinya di kampung, Bireun.

“Semua anak di bawah tanggung jawab saya. Saya harus bekerja keras mencari nafkah karena tak tega melihat anak tak sekolah”, ujar Mala dengan mata berkaca-kaca.

Mala sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di salah satu SD swasta di pusat kota Banda Aceh. Pihak sekolah menyediakan satu ruangan tempat tinggal untuknya dan keluarga.

Namun, sambung Mala, sejak suami menceraikannya, pihak sekolah tidak mengizinkan lagi dia bersama anak-anak untuk tinggal di sekolah.

“Alasan karena tidak ada lagi kepala keluarga, tidak ada yang bertanggungjawab. Saya diminta pindah usai lebaran ini”, tambahnya sambil mengusap air mata.

Salah seorang putri Mala mendapat beasiswa dari Baitul Mal Provinsi Aceh. Dia mondok di Dayah Darul Hijrah Samahani, Aceh Besar. “Pihak Baitul Mal menjanjikan akan membantu biaya pendidikannya hingga kuliah di UIN tahun ini, karena prestasi anak saya yang cukup bagus”, katanya.

Mala memanfaatkan waktu luang untuk membuat kue dan menitipkannya di warung-warung kopi. “Dengan cara inilah kami bisa bertahan. Tapi tak tahu bagaimana ke depannya terutama saat tidak diizinkan lagi tinggal di sekolah”, ujarnya lirih.

Rumah Dhuafa
Mala menambahkan, pihak Dinas Sosial Aceh dan Pemko Banda Aceh pernah menyatakan kesediaan membangun rumah bantuan untuknya. “Tapi mereka minta kesediaan lahan. Bagi saya, jangankan untuk membeli tanah, untuk makan saja susah,” sambungnya.

Nah, mungkinkah digalang derma sosial untuk membeli tanah bagi pertapakan rumah Mala? Bagi pembaca dan pegiat sosial yang ingin meringankan penderitaannya, dapat menggali berbagai persoalan yang dihadapinya dengan mengontak langsung ke HP yang bersangkutan 085288201949. []

KOMENTAR FACEBOOK