Tour de Sumatera (12): Melahap Kelok Sembilan

????????????????????????????????????

Ada yang bilang, rute Bukittinggi-Pekanbaru tidak mudah bagi pengemudi amatiran. Jalan berkelok-kelok, menanjak, menurun, dan tikungan tajam merupakan momok menakutkan bagi pelintas. Saya sempat ciut nyali menempuh jalur ini untuk pertama kalinya. Terlebih harus melintasi Kelok 9 yang fenomenal itu.

Bagaimanapun saya harus yakin, sebab saya sudah pernah berkendara pada rute yang (mungkin) mirip, yaitu beberapa kali di lintasan Kepahiyang-Bengkulu, dan puluhan kali pada rute Bireuen-Takengon. Letak perbedaannya, mungkin hanya pada Kelok 9. Tapi kita juga tidak boleh lupa adanya tikungan super tajam Enang-Enang di Jalur Bireuen-Takengon, yang tak kalah menyulitkan.

Sudah empat hari kami dalam touring pulau Sumatera ini. Hari ini, Senin (13/06/16), kami melanjutkan perjalanan dari Bukittinggi ke Pekanbaru. Lintasan ini dapat ditempuh selama lebih kurang lima jam, dengan jarak 219 kilometer.

Seperti yang saya bayangkan, benar saja, jalur ini memang mirip betul dengan beberapa lintasan yang pernah saya lalui sebelumnya. Pengemudi yang kurang pengalaman sebaiknya berhati-hati saat berkelok di berbagai ketajaman tikungan.

Sampai di Kelok 9, kita tidak perlu kuatir, ternyata tidak seseram yang dibayangkan. “Jalan Layang” yang menghubungkan antar lembah ini, memiliki badan jalan yang sangat luas, kokoh, megah, meliuk-liuk yang ditopang oleh 30 pilar raksasa. Asyik sekali. Tapi jangan sampai kita lengah karena terhipnotis keindahannya.

Jembatan yang terletak di Kabupaten Limapuluh Koto ini mempunyai panjang 2,5 km. Walaupun Kelok 9 ini sudah dibangun sejak masa kolonial, namun pada tahun 2013 lalu selesai dibangun ulang, membuatnya lebih kokoh dan megah. Sehingga Kelok 9 ini menjadi salah satu kebanggaan dan landmark Sumatera Barat, seperti halnya Jembatan Ampera di Sumatera Selatan dan Jembatan Suramadu di Jawa Timur.

Saat kami tiba di Kelok 9, ramai sekali pengguna jalan yang berhenti singgah disana. Beristirahat sejenak sambil menyaksikan kemegahan arsitekturnya dan menyimpan sejumlah sensasi di dalam memori. Berfoto dan selfie itu menu wajib. Bagi yang lupa bawa kamera, tak usah kuatir, sebab disana ada juru foto yang siap menjepret Anda dan hasilnya langsung dicetak di tempat.

Puas menikmati keunikan dan kemegahan Kelok 9, kami meneruskan perjalanan menuju Pekanbaru. Menjadikan perjalanan kami dari Palembang – yang awalnya lewat Lintas Tengah – kini akan menyeberang ke Lintas Timur Sumatera. Ini saya sebut lintas kombinasi.

Sebenarnya dari Bukittinggi, perjalanan dapat langsung menuju Sumatera Utara melewati Kabupaten Agam. Melintasi Padang Sidempuan. Dapat pula kita singgah di Danau Toba, sebelum meneruskan perjalanan ke Kota Medan. Walaupun waktu tempuh jalur tersebut lebih singkat yaitu 15 jam 20 menit, kami tidak mengambil rute itu. Sebab ada berita longsor hebat di lintasan tersebut, belum lagi hujan deras mengguyur Sumatera Barat sejak beberapa hari terakhir. Hingga banjir pun melanda Kota Padang. Alhasil, menyeberang ke lintas timur adalah pilihan sempurna.

KOMENTAR FACEBOOK