Tulisan Aneuk Aceh Ini Di Delete Redaksi Kompasiana, Ini Alasannya

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Sebuah tulisan berjudul “Negara Gagal, Aceh Harus Merdeka” hanya bertahan 30 menit di situs komunitas Kompasiana. “Ya, sudah di delete, hanya bertahan 30 menit,” kata Don Zakiayamani Al Kotsa, yang juga aktif menulis di aceHTrend.

Kepada aceHTrend Don mengirim alasan redaksi Kompasiana mendelete tulisan yang berisi kekecewaan penulis terhadap ragam kondisi kekinian Aceh yang disebutnya hasil penjajahan pikiran dan pencitraan oleh rezim.

Menurut redaksi Kompasiana, tulisan berjudul “Negara Gagal, Aceh Harus Merdeka” dihapus karena berisi ajakan melakukan gerakan separatis, menyebarkan ideologi atau ajaran tertentu yang melanggar hukum yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.”

Komisioner KPK (Komunitas Pecinta Kopi) Aceh itu mengaku sudah mempertanyakan lebih lanjut alasan redaksi Kompasiana menghapus tulisannya. “Saya kecewa karena subtansi tulisan saya bukan ngajak merdeka perang, namun mengajak merdeka berpikir dan bertindak,” kata Don.

Tulisan berjudul “Negara Gagal, Aceh Harus Merdeka” berisi kritik keras Don terhadap krisis listrik, pembatalan Qanun No 15 tahun 2013 tentang Pengelolaan Pertambangan dan Mineral, dan soal perpecahan dikalangan internal GAM. Menurut Don, semua ini bukan kebetulan dan ada skenario “cantik” dari pusat yang berkerja sama dengan korporat asing.

“Terlepas dari konflik sesama mantan GAM, rakyat Aceh harus bangkit, bila Merdeka adalah pilihan bijak, why not? Tentu saja harus dimulai dengan memerdekakan diri dari syahwat kekuasaan semata, harus berpikir demi kepentingan bersama bukan kelompok maupun parlok. Jangan lagi kita budidayakan kebodohan, karena kebodohanlah yang menyebabkan penjajah bisa leluasa masuk dan mengambil hak kita, melalui pemerintah yang stupid pula sebuah negara dapat dijajah, bila negara telah gagal memberikan hak kepada warganya, berpisah dari negara tersebut adalah ‘jalan baru’ yang harus kita tempuh. Jangan terbawa propaganda dengan kelakuan oknum mantan kombatan GAM yang korup, itu semua deskripsi dari rezim agar kita saling membenci dan kita lupa bahwa akan ada ekspolitasi jilid II di Negara Aceh Darussalam,” tutup Don dalam tulisannya yang tayang tanggal 13 Juni 2016 di Kompasiana. []