Kurma Thailand Ditanam di Blang Bintang

ACEHTREND.CO,Banda Aceh- Untuk pertama kali, bibit kurma yang berasal dari Thailand Ditanam di Aceh. Kawasan yang dipilih untuk ujicoba adalah di Gampong Teupin Batee, Blang Bintang, Montasik yang masuk dalam kawasan Aceh Integrated Farm, miliknya Hilmy Bakar.

Penanaman yang dihadiri oleh Pangdam IM Mayjen TNI L. Rudy Polandi, berlangsung Minggu (17/7/2016). Anggota komunitas kurma ini hendak mewujudkan perkebunan Kurma di Provinsi Aceh.

Kegiatan penanaman perdana ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf (Rektor UTU), Dr. Kamal Arief (Arsitektur Heritage Aceh dari Bandung), Mahdi Muhammad (Pekebun Kurma Pelopor di Montasik) dan puluhan penggerak kurma dari Kabupaten/Kota Aceh dan Luar Aceh seperti Banda Aceh, Aceh Besar, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Jaya, Nagan Raya, Langsa, Sigli, Medan, Jakarta, Jawa Barat.

Dr. Hilmy Bakar selaku pemilik kebun kurma tersebut mengungkapkan kendala dan kesulitan yang dihadapi dalam pengembangan perkebunan kurma di Aceh maupun Indonesia. Terutama masalah dalam memperoleh bibit kurma yang sangat sulit untuk didatangkan dari luar negeri seperti Thailand.

“Untuk mengembangkan kebun kurma di Aceh ini kami kesulitan dalam memperoleh bibit kurma untuk masuk ke Aceh, kirannya ke depan dapat diperlancar prosesnya,” ungkap Hilmy Bakar.

Pengembangan tanaman kurma dengan bibit yang berkualitas akan jadi percontohan tanaman kurma di wilayah propinsi Aceh dan Indonesia yang memiliki iklim Tropis yang sama dengan iklim di Thailand.

Apalagi tanah di Aceh sangat subur. Saat ini ada beberapa daerah yang telah mengembangkan kebun kurma di Provinsi aceh ini seperti wilayah Langsa dan tahun kemarin dikembangkan di Kabupaten Bireuen,”

Sebanyak 600 batang bibit pohon kurma asal negeri Thailand ditanam dilahan seluas 60 ha milik perkebunan kurma Aceh Integrated Farm Montasik ini. Diperkirakan selama kurang lebih enam tahun setelah masa tanam pohon kurma tersebut dapat menghasilkan buah baik melalui penyerbukan secara alami maupun dengan bantuan manusia.

Senada dengan dr. Hilmy Bakar, Azhar (46) salah seorang pengelola kebun kurma Aceh Integrated Farm Montasik berharap bantuan pemerintah propinsi maupun pusat agar mempermudah izin masuk bibit kurma di Indonesia. Karena proses pengiriman bibit yang di datangkan dari Thailand masih terkendala dengan proses karantina tanaman yang cukup lama.

“Kami berharap kepada pemerintah agar memasukan bibit dipermudah”, ungkap Azhar.

Selain itu Azhar juga mengungkapkan bahwa dengan kemudahan proses masuk bibit tersebut maka harga juga tidak terlalu mahal. Bibit kurma asal Thailand yang merupakan hasil olah penelitian bibit dari Inggris, satu batang kurma berkisaran 1,5 jutaan.

KOMENTAR FACEBOOK