Mengenal Sulaiman Abda Dari Sisi Lebih Dekat

Nyaris tak lekang dimakan era, kuat berdiri di atas prinsip, tak mengikuti zaman yang kian menggila. Ia adalah cerminan bahwa politik dan politisi adalah dua hal yang sejatinya sama, berfungsi untuk membangun, melindungi dan merawat.

Namanya Drs. H. Sulaiman Abda. Lelaki kelahiran Pidie, 18 Agustus 1958. Merupakan mantan Ketua Partai Golkar Provinsi Aceh sejak 2009-2015.Ia berhenti menjadi ketua partai beringin itu, ketika kisruh internal mencapai puncaknya.
IMG-20160716-WA0000

Dalam dunia politik, ayah Leman–begitu sebagian anak muda memanggil namanya–merupakan seorang mentor yang baik, tekun dan tidak mengenal kasta. Baginya, setiap Manusia memiliki derajat yang sama. Tuhan tidak pernah mengadili orang miskin. Juga tidak mengistimewakan orang kaya.

“Beliau seorang kader Golkar sejati. Ia berpolitik, tapi tidak mempolitisir sejawatnya. Beliau bisa bergaul dengan sesama senior, juga bisa membaur dengan kader di bawahnya,”ujar seorang kader Golkar Aceh pada medio Juni lalu.
IMG-20160716-WA0004

Hal ini memang berkali-kali terbukti. Walau secara nyata ia mengetahui siapa saja yang telah menikam dirinya baik dari belakang maupun secara berhadap-hadapan, Ayah Leman selalu berupaya untuk tidak membalas.

“Bila dendam diperturutkan, bagaimana pula wajah dunia ini? Ayah tidak memusuhi siapapun. Karena bagi saya memusuhi seseorang, jauh lebih sulit daripada membangun hubungan persahabatan,”ujarnya suatu ketika kepada penulis.

Sejauh ini, Sulaiman Abda adalah contoh nyata politisi yang mampu bersinergi dengan banyak pihak dalam rangka membangun Aceh. Untuk itu pula namanya tidak pernah masuk dalam radar sebagai pelaku kejahatan anggaran rakyat.

Falsafah pengabdian sangat mengental di aliran darahnya. “Tujuan saya mendidik anak-anak saya adalah agar mereka menjadi pribadi yang mandiri. Tidak menjadikan jabatan saya sebagai tempat bergantung hidup mereka. Mereka harus mampu hidup dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki.Tugas saya hanya mengarahkan saja. Saya ini pekerja rakyat, bila saya ikut ikutan merampas hak rakyat, bagaimana jadinya kelak marwah saya di hadapan orang yang saya wakili ?,” katanya.

Bersama almarhum istri tercinta.
Bersama almarhum istri tercinta.

Bukan hanya dikenal jujur, Sulaiman Abda juga seorang politisi yang bekerja untuk Aceh, tanpa terjebak dalam jeratan dapil. Ia bisa hadir di manapun dan dengan siapapun. Kadang berada di Aceh Barat, terkadang pula di Bireuen. Bila minggu ini imannya mengawasi pembangunan waduk di Lhokseumawe, minggu depan ia berada di belantara Aceh Barat untuk memonitoring kawasan.

Mantan Ketua DPD KNPI Aceh tahun 1991-1994, juga dikenal sebagai politisi yang dekat dengan mesjid. Ia dikenal luas di kawasan Jeulingke dan Tibang, sebagai muslim yang aktif di mesjid. Kiprahnya sebagai bagian dari “panitia” pembangunan mesjid pun cukup dikenal di kawasan itu.

Bukan hanya itu, Bang Leman yang pernah menjadi aktivis mahasiswa di Universitas Syiah Kuala, juga seorang ayah yang religius. “Jangan coba – coba tak mengerjakan shalat. Tak hadir di mesjid tanpa alasan yang jelas bisa menjadi masalah bagi ayah. Beliau akan mempertanyakan absennya kami pada shalat jamaah,” terang salah seorang anaknya mengenang masa lalu. []

BIODATA SINGKAT:

Pendidikan terakhir: S2

Alamat: – Kantor Jalan Teungku Daud Beureueh (DPR Aceh)

Rumah Jalan Cendana IV No. 14 Desa Jeulingke Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Fraksi: Golkar

Agama: Islam

Istri: Almarhumah Dra. Hj. Hausmini M.Pd

Anak: 1. Ahmad Ricky Suhady ST MT

2. Ahmad Mirza Safwandy SH

3. Ahmad Haiqal Asri S.Ked

4. Ahmad Khemal Pasha

Pengalaman:

Riwayat Organisasi:

Sekretaris SEMA FKIP Unsyiah, 1992-1994
Ketua Badan Koordinasi Kemahasiswaan Unsyiah, 1983-1987.
Wakil Ketua DPD-I KNPI Provinsi Aceh, 1989-1991.
Ketua KNPI Provinsi Aceh, 1991-1994
Ketua Koperasi Mahasiswa (Kopma) Unsyiah, 1991-1994.
Wanhat GM Kosgoro Aceh, 1993-1998.
Biro Pemuda DPD-I Partai Golkar Aceh, 1994-1999.
Wakil Ketua Majelis Pemuda Indonesia Provinsi Aceh, 1994-1997.
Wakil Bendahara Persiraja Banda Aceh, 1995-1997.
Manejer Persiraja Banda Aceh, 1996-1997
Pengurus ICMI Provinsi Aceh, 1991-2000
Pengurus Ikatan Sarjana FKIP Unsyiah, 1995-1999.
Wakil Ketua Pembina Olahraga Mahasiswa Provinsi Aceh, 1997-2000.
Sekretaris Umum KONI Aceh, 1995-2000
Wakil Ketua DPD-I Partai Golkar Aceh, 2002-2008.
Wanhat Kadin Aceh, 2003-sekarang
Ketua DPD-I Partai Golkar Aceh, 2009-2015.
Ketua Watimda Ormas MKGR Provinsi Aceh, 2003-sekarang.
Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Aceh, 2011-2016.
Ketua Ikatan Keluarga dan Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA Unsyiah).

Riwayat Pekerjaan:
Pegawai Negeri Sipil, sudah berhenti sejak memutuskan aktif di partai politik.
Anggota DPR Aceh, 2004-2009.
Wakil Ketua DPR Aceh, 2009-2014, 2014-sekarang.

KOMENTAR FACEBOOK