KoBar- GB Minta Dewan Evaluasi Kinerja Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh

KoBar GB bersama DPRK Banda Aceh

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Presidium koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar- GB) meminta pihak dewan mengevaluasi kinerja dinas pendidikan kota Banda Aceh.

Salah satu yang menjadi sorotan KoBar GB terkait masalah mutasi.

Menurut mereka, mutasi yang dilakukan saat ini berdasarkan kemauan kepala sekolah, bukan kebutuhan sekolah.

Hal tersebut di katakan oleh guru-guru yang tergabung dalam KoBar- GB Aceh dalam pertemuan dengan Ketua DPRK Kota Banda Aceh Arif Fadillah dan sejumlah wakil rakyat kota Banda Aceh lain yang berlangsung di ruang rapat komisi kantor DPRK setempat, Rabu (20/7/2016) kemarin.

“Kalau ada guru yang mempertanyakan dana BOS maka langsung dipindahkan, ” ungkap salah satu anggota Kobar GB.

Ketua KoBar- GB Aceh, Sayuti Aulia juga menilai kebijakan ppdb online bisa merugikan sekolah tertentu di mana penerimaan siswa berdasarkan nilai, bukan menurut rayon, maka banyak sekolah di Banda Aceh hampir tutup akibat kekurangan murid.

Pada kesempatan yang sama pihak KoBar GB menyebutkan langkah Pemerintah Pusat dan daerah untuk meringankan beban masyarakat melalui program Biaya Operasional Sekolah (BOS) sesuai dengan Permendikbud no 80 tahun 2015 dan Permendikbud no 44 tahun 2012 tentang pungutan dan sumbangan, sepertinya tidak menyurutkan langkah beberapa sekolah untuk melakukan pungutan dalam jumlah besar yang bersifat wajib.

“Selama ini yang terjadi adalah semua sekolah negeri, terutama sekolah negeri ternama yakni sekolah asrama, sekolah unggul, sekolah percontohan, sekolah elit dan favorit di kota Banda Aceh yang mengelola dana BOS terbesar justru melanggar Permendikbud tahun 2012 dengan melakukan pungutan dalam jumlah besar, bersifat wajib dan mengikat, padahal sekolah negeri hanya boleh menerima sumbangan sukarela saja,” ungkap Sayuti dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu ketua DPRK kota Banda Aceh Arif Fadillah kepada guru dan media yang hadir menyebutkan akan segera menjadwalkan pertemuan dengan pihak Dinas pendidikan, pemuda dan olah raga Banda Aceh sehubungan laporan dari kobar GB ini. []