Belum Termasuk Pengawasan, Pilkada di Aceh Serap 688,8 Miliar

????????????????????????????????????

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Lembaga Kajian Institute for Development of Acehnese Society (IDeAS) baru-baru ini melakukan kajian dan analisa terhadap kebutuhan anggaran yang dihabiskan untuk penyelenggaraan Pilkada Aceh tahun 2017. Total biaya penyelenggaraan pilkada serentak Pemilihan Gubernur dan 20 Bupati/Walikota se-Aceh mencapai Rp 688,8 miliar.

Perlu diketahui juga, besarnya anggaran yang hampir 700 miliar tersebut baru hanya untuk pihak penyelenggara saja, yaitu KIP Aceh dan KIP Kab/Kota. Anggaran tersebut belum termasuk anggaran untuk Panitia Pengawas (Panwas) serta biaya pengamanan Pilkada.

Amatan IDeAS dilakukan terhadap publikasi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Aceh dan 20 Kab/Kota dari berbagai media, termasuk tiga Kab/Kota yang dananya dialokasikan dari KIP Aceh untuk melakukan Pemilihan Gubernur/Wagub saja, yaitu; Pidie Jaya, Aceh Selatan, dan Subulussalam.

“Data semua NPHD yang kami input dari berbagai berita media menunjukkan KIP Kab. Aceh Utara sebagai Kab/Kota dengan jumlah anggaran tertinggi, yaitu mencapai Rp. 66,841 miliar. Sedangkan Kab/Kota dengan anggaran terendah yaitu KIP Kota Sabang dengan jumlah Rp. 7,184 miliar,” ujar Direktur IDeAS, Munzami, SE.

Dia juga mengatakan, selain ikut mengawasi agar pilkada berjalan lancar, aman, dan damai, seluruh stakeholder masyarakat Aceh juga perlu ikut mengawasi penggunaan anggaran publik yang bersumber dari APBA/APBK tersebut agar tidak disalahgunakan dan bukan tidak mungkin dalam pelaksanaan penggunaan anggaran tersebut rawan terhadap korupsi atau terjadi mark-up anggaran.

“Kita berharap semua elemen masyarakat Aceh agar bersinergis mengawasi pengelolaan dana pilkada yang begitu besar tersebut agar tidak disalahgunakan oleh para pemangku kepentingan, sehingga dana yang berlimpah tersebut dapat dipergunakan se-efisien mungkin untuk suksesnya penyelenggaran Pilkada serentak pada 15 Februari 2017 mendatang,” imbuhnya.