Ini Kata Putri Indonesia tentang Perempuan Pencari Tiram

Khairunnisa, Top Ten Putri Indonesia 2016 di Lokasi Budidaya Tiram Inisiasi Tgk Jamaica

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – “Mereka, para pencari Tiram adalah perempuan perkasa.”

Penilaian tersebut keluar dari pemilik bibir manis Khairunnisa, Top Ten Putri Indonesia 2016.

Khairunnisa di lokasi pencari Tiram, Alue Naga, Syiah Kuala, Banda Aceh
Khairunnisa di lokasi pencari Tiram, Alue Naga, Syiah Kuala, Banda Aceh

Nisa, yang masih single ini pulang ke Aceh sejak 27 Juni 2016 ini tidak sekedar bertemu keluarga dan sahabatnya. Sebagai penyandang Top Teen Putri Indonesia, ia juga mengunjungi lokasi budidaya Tiram di kawasan Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Di lokasi pengembangan budi daya Tiram yang diinisiasi Tgk Jamaica itulah Nisa melihat fakta, betapa perkasanya para perempuan pencari Tiram.

Perempuan Pencari Tiram di Alue Naga, Syiah Kuala, Banda Aceh

“Salut, barangkali jika saya dalam posisi mereka saya tidak mampu,” ujar Nisa dengan suara datar. Pandangannya seperti menerobos ke sejarah perempuan Aceh yang memang penuh dengan kisah keperkasaan.

Bagi Nisa, apa yang dilakukan oleh Tgk Jamaica atau Syardani M. Syarief yang merupakan mantan Juru bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Pasee sangat berguna.

“Saya belum melihat ada teknologi seperti ini,” ujarnya polos.

Gadis kelahiran Lhokseumawe tahun 1994, Aceh ini berharap teknologi ini terus bisa kita kembangkan, dan ia juga bertekad untuk beraudiensi dengan para aktor politik, individual, pelaku bisnis dan orang-orang yang memiliki kapasitas dan membangkitkan potensi masyarakat di Aceh.

Nisa mengatakan, kegiatan sosial baginya bukan hal asing. Nisa yang juga akrab disapa Uun sudah melakoni kegiatan sosial sejak kuliah. Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional di President University ia bersama rekan-rekannya kerab melakukan kegiatan sosial.

Dan, setelah mengunjungi lokasi budidaya Tiram di Alu Naga, Uun pun berjanji untuk menyampaikan apa yang dilihatnya kepada berbagai pihak di Jakarta.

“Saya ingin mengajak para aktor pembangunan dan pemerintah lebih peduli terhadap para pencari tiram ini, dan saya akan menjadi wakil mereka,” ujar wanita yang saat ini menjadi Staf ahli termuda di Komisi III DPR RI.

Di akhir pertemuan dengan acehtrend, Senin,(11/7/2016) Khairunnisa mengatakan apa yang dilakukan dirinya dan Teungku Jamaica adalah untuk Empowering Humans, artinya ingin memanusiakan manusia, dan berharap pemerintah Aceh dan Jakarta bisa mensupport ide kreatif tersebut.[]

KOMENTAR FACEBOOK