Ini yang Dipaparkan Rumoh Bahasa (Rumba) di Forum Internasional

ACEHTREND.CO, Donya – Rumoh Bahasa (Rumba) Banda Aceh ikut berpartisipasi pada dua kegiatan tahunan International Institute of Peace and Development Studies (IIPDS) yang diadakan di Nong Chok, Bangkok, Thailand.

Kegiatan Asian Consultation Towards Inclusive, Peaceful and Prosperous Local and Global Community yang dilaksanakan tanggal 30 – 31 Juli 2016 dan juga Civil Education Network in Asia (CENA) Summer School pada tanggal 1-5 Agustus 2016, dihadiri lebih dari 10 negara perwakilan di dunia.

Peserta yang berpartisipasi di forum internasional ini membahas tentang isu-isu lokal yang ada di negaranya masing-masing. Isu-isu yang dipaparkan salah satunya tentang kurangnya perhatian pemerintah terhadap kaum minoritas, kebijakan pemerintah yang lemah, dan kegiatan sosial membantu para pengungsi di berbagai negara.

Turut hadir di acara ini Prof Azyumardi Azra (Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah/ President of AMAN International) dan Mr. Ahmad Von Denffer (CEO of Muslimehelfen, German).

Founder/CEO Rumoh Bahasa, Dr. Iskandar AS, MA di hadapan peserta negara perwakilan mempresentasikan tentang pentingnya kemampuan berbahasa Inggris dalam mempromosikan isu-isu lokal di forum internasional.

“Kemampuan pemuda Aceh menguasai bahasa Asing, salah satunya adalah bahasa Inggris, membantu sekali mempromosikan isu-isu lokal yang perlu diketahui oleh forum internasional. Dengan demikian, partisipan mengetahui isu-isu yang sedang hangat di dalam masyarakat kita dan juga kita tahu apa isu terkini di negara lain. Tidak terbatas dengan itu saja, peserta juga bisa saling membantu memberikan solusi terhadap isu yang sedang berkembang”, paparnya.

Di akhir pembicaraan dalam forum internasional ini, Iskandar, memaparkan kreatifitas sekumpulan pemuda Aceh yang terdiri dari unsur akademisi, politisi, pemerintahan, pengusaha dan keagamaan, membangun beberapa wadah dalam membantu pemuda Aceh supaya mampu mengikuti dan mengambil bagian mempromosikan isu lokal di komunitas global.

Setidaknya, dia menyebutkan empat institusi sosial kepemudaan, Rumoh Bahasa yang bergerak di bidang persiapan bahasa asing. Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat Aceh (PAKAR) yang bergerak di bidang hukum dan politik dan juga RADINA (Rabithah Dinul Islam Naggroe Aceh) yang bergerak di bidang Leadership Kepemudaan yang Berbasis Dinul Islam, Aceh GEMILANG yang fokus dalam interpreneur. Keempat institusi sosial ini memberikan kontribusi pengetahuan dalam hal peace building, keagamaan, hukum dan interpreneurship yang sering didiskusikan pada taraf internasional.

Peserta forum internasional sangat mengapresi kreatifitas sekumpulan pemuda Aceh yang telah membentuk keempat institusi sosial ini dan mereka ingin datang ke Aceh untuk membantu sesuai dengan keahliannya. Para peserta forum internasional ini menyatakan akan ke Aceh untuk membantu pemantapan pemuda Aceh sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing” tutup Iskandar.[]

KOMENTAR FACEBOOK