Soal Peran Angkatan Darussalam Bagi Aceh, Ini Harapan Ketua IKA Unsyiah

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Kota Pelajar dan Mahasiswa (Kopelma) Darussalam bukan sekedar cita-cita atau visi para pendahulu, melainkan juga jalan yang harus ditempuh untuk memastikan Aceh menjadi negeri yang damai (Darussalam).

Di Kopelma Darussalam yang dicetus oleh Prof Ali Hasyimi, Letnan Kolonel H. Syamaun Ghaharu dan Mayor T. Hamzah  inilah kemudian berdiri Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), UIN Ar-Raniry, dan Dayah Mayang Tgk Chiek Pante Kulu.

Dari tiga “rumah pendidikan” ini diharapkan lahir Angkatan Darussalam yang dapat membangun Aceh. Dan, dari Angkatan Darussalam atau yang kini sering disebut alumni darussalam ini pula diharapkan lahir pemimpin Aceh yang memiliki wawasan, kecakapan, dan ketrampilan mewujudkan Aceh yang lebih baik, dari waktu ke waktu.

Harapan agar Angkatan atau Alumni Darussalam itu memainkan kembali peran kecendikiaannya untuk mewujudkan Aceh yang aman, sejahtera dan bahagia itu digaungkan kembali oleh Ketua Ikatan Kekeluargaan Alumni (IKA) Unsyiah, Sulaiman Abda, dalam bincang-bincang usai menggelar acara halal bihalal bersama di Gedung Dayan Dawood, Unsyiah, Senin (1/8/2016).

“Jika Unsyiah dan UIN Ar-Raniry kompak, apalagi Dayah Mayang (Pesantren Tinggi) Tgk Syik Pante Kulu kembali bisa dibangkitkan, maka Aceh kaya SDM yang handal baik dibidang science, sosial-kebudayaan dan dalam bidang keagamaan,” jelas Sulaiman Abda.

Ketua IKA Unsyiah, Sulaiman Abda (By Mahruza Murdani)
Ketua IKA Unsyiah, Sulaiman Abda (By Mahruza Murdani)

Ketua IKA Unsyiah yang juga Wakil Ketua DPRA itu berkisah pada masa Ibrahim Hasan menjadi Gubernur Aceh, alumni Darussalam dari Unsyiah ditempatkan pada posisi strategis, misalnya pada urusan merancang pembangunan Aceh di Bapeda.

“Begitu juga untuk posisi Dinas Syariat Islam, alumni Darussalam dari IAIN Ar-Raniry diajak serta,” cerita Sulaiman Abda yang akrab disapa Bang Leman.

Agar angkatan Darussalam kembali dapat memainkan perannya bagi percepatan pembangunan Aceh khususnya dalam mengatasi kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan, tata kelola pemerintahan, lingkungan, keagamaan dan kebudayaan maka sangat penting Unsyiah dan UIN Ar-Raniry kompak.

“Kuncinya Unsyiah dan UIN Ar-Raniry harus kompak, dan Dayah Mayang Tgk Chiek Pante Kulu diberdayakan lagi,” tegas sosok yang disapa Bang Leman itu.

Halal bi halal

Dan jejak kekompakan itu sudah dirintis. Ketua IKA Unsyiah, Sulaiman Abda dan Ketua Koniry, Azhari mencoba memulainya dengan menggelar acara halal bi halal bersama, Senin (1/8/2016). Pada acara yang dihadiri Gubernur Aceh, Pangdam IM, Kapolda Aceh, Kejati Aceh, Kepala SKPA, guru besar, Bupati, dan Rektor UTU dan Ketua DPRA periode 2009-2014 itu, Rektor Unsyiah dan Rektor UIN Ar Raniry sepakat untuk terus melanjutkan kekompakan agar denyut jantung rakyat Aceh makin bermakna bagi Aceh.

“Saya mau, kekompakan ini terus berlangsung selamanya,” pinta Syamsul Rizal, Rektor Unsyiah. Bahkan, Syamsul Rizal bermimpi pada saatnya nanti kedua lembaga Unsyiah dan UIN Ar Raniry bisa menjadi satu, seperti Universitas Al Azhar.

Harapan terbangunnya kekompakan Unsyiah dan UIN Ar Raniry juga datang dari Rektor UIN Ar Raniry dan secara khusus mengatakan sangat bahagia jika keduanya bisa kompak selamanya.

Halal bi halal Unsyiah dan UIN by Mahruza Murdani
Halal bi halal Unsyiah dan UIN by Mahruza Murdani

Tentang peran kedua rektor itu diakui oleh Sulaiman Abda. Di mata Sulaiman Abda kedua rektor ini akhir-akhir ini sangat aktif terlibat dalam percepatan pembangunan Aceh dan pemikiran keduanya dipakai oleh Pemerintah Aceh.

“Saya bangga dengan keduanya, apalagi keduanya sosok orang muda, dan saya berdoa agar keduanya pada saatnya dipercaya rakyat Aceh untuk memimpin Aceh,” kata Sulaiman Abda.

Gubernur Aceh ikut serta pada acara Halal bi halal, dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam empat tahun terakhir indeks pembangunan manusia meningkat dari 67,8 tahun 2012 meningkat menjadi 69,4 pada 2015.

Gubernur Aceh di Halal bi Halal Unsyiah - UIN (by Mahruza Murdani)
Gubernur Aceh di Halal bi Halal Unsyiah – UIN (by Mahruza Murdani)

“Tentu tidak terlepas dari peran dua kampus jantong hatee rakyat Aceh, yaitu Unsyiah dan UIN Ar Raniry,” tegas Zaini Abdullah.

Ketua Koniry, Azhari yang mendapat giliran pertama memberikan sambutan mengatakan bahwa kekompakan Unsyiah dan UIN Ar-Raniry sangat penting sebagai kekuatan civil sociey guna menyeimbangkan peran elemen lainnya, yaitu penyelenggara negara dan pihak swasta. “Jika semua kompak, maka Aceh akan kembali berjaya,” tegasnya.

Azhari Ketua Koniry (by Mahruza Murdani)
Azhari Ketua Koniry (by Mahruza Murdani)

Azhari juga mengajak agar SDM yang dihasilkan dari Unsyiah dan UIN Ar Raniry tidak disia-siakan, jangan sampai SDM Aceh hilang sebagaimana pernah hilang pada masa konflik, yang menimpa Dayan Dawood, Safwan Idris dan T Djohan. “Mari kita jalin kekompakan ini demi Aceh yang lebih baik sebagaimana cita-cita leluhur yang sudah menghadirkan Kopelma Darussalam ini,” pungkasnya.

Terakhir, Ketua IKA Unsyiah, Sulaiman Abda berharap, siapapun Gubernur Aceh yang dipilih rakyat ke depan, diharapkan dapat kembali memanfaatkan peran Unsyiah dan UIN Ar Raniry juga alumninya secara maksimal dalam proses pembangunan Aceh. [***]

KOMENTAR FACEBOOK