Cangkul Terakhir dari Kek Is

Nek Yek (54) yang sedang stroke, tangan kanannya tak bisa berfungsi lagi.

ACEHTREND.CO, Peureulak – Namanya Iskandar bin Abdullah. Orang-orang sekampungnya di Desa Lhok Dalam, Lorong Petuah Cut, Peureulak, Aceh Timur, memanggilnya Kek Is. Bagi siapa saja Kek is dikenal sebagai pribadi yang baik. Begitu juga di mata keluarganya. Kek Is benar-benar suami, ayah, dan kakek yang baik.

Semasa hidupnya Kek Is bahkan dengan tekun merawat mertuanya yang sudah terbaring tak berdaya. Mulai dari memberi makan bahkan juga memandikan. Kek Is bahkan menggendong ibu mertuanya. Bagi Kek Is ibu mertuanya sudah seperti ibu kandungnya sendiri, dan terus dirawatnya. Tahun 2008 pada usia renta, 93 tahun ibu mertuanya meninggal. kembali ke sisiNya. Kek Is melepas dengan tabah meski kesedihan melanda dirinya.

Alat Per yang dibuat untuk istrinya, sehari sebelum Kek Is meninggal
Alat Per yang dibuat untuk istrinya, sehari sebelum Kek Is meninggal

Awal Mei 2016 lalu, cobaan pun datang lagi. Kek Is kembali mengalami ujian dari Allah SWT. Istri tercintanya terkena stroke. Jadilah Bayek, atau yang akrab di sapa Nek Yek, istri Kek Is tidak bisa berkerja lagi, bahkan juga tidak bisa berbicara. Tapi, Kek Is tetap merawat istri tercintanya, dengan penuh kasih sayang.

Kek is sehari-hari bekerja sebagai petani, dan terkadang ia juga menjadi supir truck pengangkut pasir. Tapi, sesibuk apapun. Kek Is selalu teringat akan istrinya yang ia tinggal di rumah.

Mereka berdua memang sangat romantis. Saat istrinya masih sehat, mereka selalu bersama ke sawah. Tapi sejak istrinya sakit, Kek Is ke sawah sendirian, dan juga mencari kerjaan sampingan sebagai supir truck.

Kek Is (almarhum) dan Nek Yek serta keluarga. Foto kenangan 3 tahun lalu saat Nek Bayek masih sehat
Kek Is (almarhum) dan Nek Yek serta keluarga. Foto kenangan 3 tahun lalu saat Nek Bayek masih sehat

Kek Is sendiri punya riwayat sakit jantung. Meski begitu, seluruh derita dirinya ia sembunyikan di depan istrinya. Kek Is seperti ingin menanggung derita yang dialaminya sendirian agar belahan jiwa, istrinya tidak gelisah. Dan, untuk itu ada sisi lain dari Kek Is, yaitu sikap yang selalu humoris, penuh dengan canda tawa. Dengan modal itu juga ia menghibur istrinya yang terkena stroke. Istrinya kerap tertawa jika sudah dicandai oleh suaminya.

Kini canda tawa Kek Is tiada lagi. Istrinya yang stroke tak mungkin bisa lagi mendengar canda dari belahan jiwanya. Kek Is sudah dipanggil Allah SWT, Sabtu (6/8/2016) malam.

Rumah Kek Is
Rumah Kek Is

Saat terakhir sebelum Kek Is meninggal, sebagaimana kebiasaan, Kek Is selalu pamit kepada istrinya sebelum berangkat kerja. Bahkan kali ini Kek Is pamit kepada istrinya sebanyak 3 kali. Kek Is juga membuatkan alat sederhana yang terbuat dari per untuk terapi istrinya agar berlatih setiap hari dan berharap tangannya cepat pulih kembali. Per itu dibuatnya hari Jumat, sehari sebelum Kek Is meninggal.

Kek Is pun berpesan kepada anak nya: “Pit.. Nyoe kaleuh abah peugot alat keu latihan mak, ka ayah gantoe dari karet ngon per, singoh wate hana ayah, per nyan hana putoh putoh, meunyoe karet bagah putoh,” kata Kek Is kepada putrinya.

Kepada putri nya, Kek Is berpesan soal cangkul untuk keperluan ke sawah. Putrinya masih mengenang dialog terakhir dengan sang ayah: “Neuk, nyoe cangkoi abah kah mat, ka jak u blang singoh wate hana ayah beuh.” (Nak, ini cangkul ayah kamu yang pegang, dan pergilah ke sawah jika ayah sudah tidak ada lagi).

“Ternyata cangkulnya itu bukan untuk cangkul sawah, tapi untuk menggali kubur ayah,” kata Fitri anak Kek Is dengan suara datar.

Kini canda tawa Kek Is tinggal kenangan, Kek Is meninggal di usia 63 tahun, dan meninggalkan istrinya yang masih menjalani ujian dari Allah SWT lewat sakit stroke, sehingga ia tidak bisa berkerja sebagaimana dahulu ia bersama suaminya selalu berdua ke sawah.

Akankah pemerintah dan orang-orang yang diberi kelebihan rezeki bersedia membantu Nek Yek, yang sudah stroke dan tidak ada yang nafkahi lagi? Allah SWT melalui hamba-hambanya yang dermawan pasti akan mengulurkan tangan untuk Nek Yek. Adakah Anda, Pembaca?!