Sekda Lepas Duta Aceh ke Gorontalo

ACEHTREND.CO,Banda Aceh – Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM, melepas para Pelajar Aceh yang terpilih untuk mengikuti Program Siswa Mengenal Nusantara yang akan berangkat ke Gorontalo Senin (08/08/2016). Sebagai duta perwakilan Aceh, Sekda meminta agar mereka menyampaikan kabar tentang semangat persaudaraan dan perdamaian yang telah bersemi di Aceh.

“Berupayalah sebaik mungkin sehingga masyarakat dan Pemerintah Gorontalo menjadi terkesan dengan Aceh atas kehadiran Ananda semua di daerah itu,” ujar Sekda Dermawan saat seremoni pelepasan kepergian para pelajar Program Siswa Mengenal Nusantara di Hotel Mekkah Minggu (07/08/2016).

Sebagai pihak yang nantinya bakal memperkenalkan budaya dan karakter Aceh, Sekda menyebutkan, penting bagi para pelajar untuk menjaga prilaku dan tata karma. Hal itu, sebut Sekda agar masyarakat Gorontalo terkesan kepada karakter dan budaya Aceh, sehingga mereka tertarik untuk mengenal Aceh lebih dalam lagi.

Apalagi – sama dengan Aceh yang nilai keisalamnya yang kental– Gorontalo merupakan salah satu pusat pengembangan Islam di wilayah Indonesia timur. “Pelajari tautan sejarah antara Aceh dan Gorontalo, terutama yang berkaitan dengan Islam,” ujar Dermawan.

Program Siswa Mengenal Nusantara merupakan wujud komitmen Kementerian BUMN untuk memajukan peradaban bangsa, sekaligus melestarikan kekayaan alam maupun keragaman yang dimiliki Indonesia. Seperti tertera pada laman website bumn.go.id, dengan program ini, dapat terjadinya proses pertukaran informasi dan kebudayaan antar masyarakat yang saling berbeda kebudayaannya.

Pelaksanaan kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian BUMN dan difasilitasi oleh seluruh BUMN yang memiliki wilayah kerja di 34 Provinsi seluruh Indonesia. Untuk wilayah Aceh, fasilitator para pelajar tersebut adalah PT. Angkasa Pura 2 (Persero), PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Persero), PT. ASDP (Persero), PT. Pindad dan PTPN I.

Sebanyak 20 Pelajar menengah atas, yang dua di antaranya penyandang disabilitas dan bersekolah di Sekolah Luar Biasa akan mewakili setiap provinsi. Mereka akan menetap selama satu minggu bersama keluarga angkat yang merupakan warga asli daerah tersebut agar saling mengenal keanekaragaman budaya maupun kekayaan alam provinsi lain. Untuk daerah Aceh, selain mengirim peserta ke Gorontalo, juga menerima sebanyak 20 orang pelajar dari Provinsi Gorontalo untuk diajarkan kebudayaan dan adat-istiadat masyarakat Aceh.

KOMENTAR FACEBOOK