Bang Tar

Apalagi yang kurang dari seorang bernama Tarmizi A Karim, atau Bang Tar?

Sungguh tidak ada!? Semua syarat yang dibutuhkan untuk menjadi Gubernur Aceh, terpenuhi.

***

Awal tahun 2016 kepada aceHtrend Bang Tar pernah berkata: “Tinggal tunggu (deklarasi) saja,” katanya kepada aceHTrend, Sabtu (9/1/2016) malam. Hari ini, Selasa (9/8/2016) Bang Tar, janji itu terjadi, bertempat di Kantor NasDem Aceh diwujudkan, dan dalam deklarasi pasangan calon, Bang Tar disebut “Soekarno” Aceh. Bukan hanya NasDem, Bang Tar juga didukung PPP dan PKPI.

***

Bang Tar yang lahir di Lhoksukon, 24 Oktober 1956 memang cukup syarat untuk dipertimbangkan sebagai salah satu calon gubernur Aceh. Soalnya, Bang Tar sudah punya pengalaman berkerja menjadi gubernur, meski sebagai penjabat. Bukan hanya sekali, tapi tiga kali. Penjabat Gubernur Kalimantan Timur (2008), Aceh (2012) dan Kalimantan Selatan (2015-2016). Jauh sebelumnya, pada 1998-2004, Bang Tar pernah menjadi Bupati Aceh Utara.

Apalagi? Suami dari Inayati Sa’aduddin Djamal yang dinikahinya 12 Juli 1986 dan kini memiliki dua putri dan dua putra ini juga kaya pengalaman sebagai birokrat. Kalau dihitung, ada sekitar 20 posisi lagi dalam riwayat pekerjaannya. Mulai dari Bappeda Aceh (1979-1980) sampai dengan Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (2015-2016).

Bahkan, dari sisi pendidikan ia adalah lulusan S2 Manajemen Pembangunan pada American University Washington DC, USA. Sebelumnya, Bang Tar juga kaya di jalur pendidikan struktural dan teknis.

Dan wajar juga bila Bang Tar kaya pengalaman organisasi, baik organisasi keagamaan, kampus, profesi dan lainnya. Dan, sosok yang aktif mengikuti ragam seminar diberbagai bidang yang berkaitan dengan hasil bumi ini memperoleh ragam penghargaan, seperti penghargaan pelayanan usaha kecil dan menengah (2001), pelayanan publik terbaik (2003), wawasan kebangsaan dan kewaspadaan nasional (2004), dan Satya Lencana Karya Satya 30 tahun (2012).

Pengalaman “Soekarno” Aceh, Bang Tar bukan hanya di dalam negeri. Sejak 1981 ia pernah ditugaskan ke Filipina, Kenya-Afrika, Jepang, Amerika, Canada, Erofa, Jenewa dan Arab Saudi. Untuk yang terakhir ini, Bang Tar ditugaskan untuk melakukan negosiasi investasi pelabuhan Lampulo dengan Presiden IDB.

Bang Tar sosok yang hobi olahraga khususnya tenis meja dan badminton dan sesekali golf jika ada waktu luang.

“Setiap pagi sebelum ke kantor di belakang rumah si Abang menyempatkan diri bersepeda,” kata Kak Ina, perempuan yang senantiasa mendampingi Bang Tar mengabarkan rahasia kebugaran Bang Tar. Sayangnya, karena tugas menemani si bungsu, Kak Ina hari ini tidak bisa menemani sang “Soekarno” Aceh, Bang Tar.

Ya, Bang Tar sudah sangat lengkap syarat untuk dipertimbangkan sebagai salah satu bakal calon Gubernur Aceh, dan sama seperti kandidat lainnya, kelengkapan itu butuh simpati, antusias, dukungan, dan keterpilihan oleh rakyat di Aceh. Kalau sudah begini, baik Bang Tar, Bang Lah, Bang Wandi, Apa Karya, Mualem, dan Abu Doto haruslah fokus pada satu kerja politik, yaitu merebut hati pemilih di Pilkada 2017. []

KOMENTAR FACEBOOK