Ini Cara Kandidat Posisikan Dirinya, Mana yang Lebih Cocok?

​ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Ada banyak cara bagi kandidat atau tim suksesnya menjelaskan siapa mereka dihadapan publik Aceh.

Semua itu sah saja agar tidak hanya makin populer tapi juga makin mungkin untuk didukung, diperjuangkan, dan akhirnya dipilih, atau bila perlu sengaja dimenangkan.

Untuk yang terakhir (sengaja dimenangkan lewat cara haram) kita doakan tidak terjadi karena itu adalah bencana demokrasi, pintu masuk kembali ke konflik keras.

Sebelum Tarmizi A Karim menegaskan dirinya sebagai titipan pusat, atau yang oleh Willy Aditya dari DPP NasDem menyebut Tarmizi Karim – Zaini Djalil sebagai pasangan Soekarno – Hatta, Muzakir Manaf atau Mualem sudah mendorong kader dan publik untuk melihatnya sebagai sosok titipan Wali Hasan Tiro.

Lewat kisah yang disebutnya mimpi, Mualem mengaku diperintah Wali melanjutkan perjuangan yang belum selesai.

Tapi, di awal kisah yang disampaikan pada Rapat koordinasi DPA Partai Aceh, Jumat pagi, 7 Agustus 2015, Mualem menegaskan terlebih dahulu bahwa mimpinya itu boleh dipercaya dan boleh juga tidak dipercaya.

“Nyoe jeut neupateh jeut han, lon beuklam meulumpoe meureumpok ngon Wali” sebagaimana dilansir Portalsatu.

Pernyataan Tarmizi Karim sebagai titipan pusat memicu reaksi publik dan akhirnya tim sukses dari Zaini Abdullah atau Abu Doto dan Zakaria Saman dan atau Apa Karya memposisikan kandidat mereka sebagai titipan rakyat.

Alasannya sederhana karena kandidat mereka naik melalui jalur independen, yang syaratnya adalah dukungan pemberian KTP dari rakyat.

Berbeda dengan semua kandidat di atas, tim Irwandi Yusuf menempatkan kandidat mereka sebagai titipan rakyat yang didukung oleh orang pusat dan pengikut Wali Hasan Tiro.

Kini, saatnya pemilih mengkaji dan merenungi, kandidat mana yang paling pas membangun positioningnya. Anda sendiri lebih cocok dengan kandidat yang mana?

KOMENTAR FACEBOOK