Kini, Warga Aceh Utara Terbiasa Ngopi di Gayo

Foto Hasan Basri

Jarak Aceh Utara dengan Tanah Tinggi Gayo terasa semakin dekat. Kalau dulu membutuhkan waktu setengah hari untuk menjangkau Aceh Tengah, kini hanya cukup 2 jam saja. Terbukanya jalan baru ke Bener Meriah via Simpang KKA membuat persaudaraan penduduk dua kabupaten ini terasa semakin mesra.

“Teungoh lon jep kupi gayo di Redelong, neujak keunoe laju. Poh 2 luho inteuk lon woe u Nisam (Saya lagi ngopi di Redelong, ayo merapat kemari. Pukul 2 siang saya pulang ke Nisam/Aceh Utara),” kata Teuku Murdani, S.Ag, M.Dev, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, saat dihubungi aceHTrend melalui sambungan seluler beberapa waktu lalu. Selain sebagai dosen, Murdani adalah penikmat, pengusaha sekaligus pakar kopi di Aceh.

Ruas jalan Simpang KKA (Aceh Utara) – Bener Meriah pengerjaannya terus dipacu. “Pada hari keempat lebaran yang lalu terdapat 16 km lagi yang belum teraspal. Saat ini jalan KKA – Bener Meriah sedang dilanjutkan pengerjakaannya,” kata Fadly Dakuta, S.STP, M.PA, Camat Banda Baro, Aceh Utara, didampingi Kasi Pemerintahan, Jatanizar, S.Ag, Rabu (10/8/2016) di ruang kerjanya.

Camat Banda Baro menambahkan, pembangunan jalan tembus dari Aceh Utara ke Bener Meriah tersebut sangat besar manfaatnya bagi warga Aceh Utara dan sebaliknya. “Jalan tembus ini sangat besar manfaatnya bagi warga Aceh Utara, terutama bagi warga empat kecamatan yang dilintasi, yaitu Dewantara, Banda Baro, Sawang dan Nisam Antara,” ujar Fadly.

foto: Hasan Basri
foto: Hasan Basri

Membaiknya sarana jalan antar kabupaten itu membuat gairah hidup masyarakat Aceh Utara dan dataran tinggi Gayo semakin berdenyut. “Ekonomi masyarakat menjadi hidup karena hasil kebun mudah dibawa ke pasar. Baik hasil dari Aceh Utara maupun dari tanah Gayo,” lanjut Fadly.

“Baru-baru ini, iring-iringan mobil rombongan Porseni dari Kota Langsa melewati jalan ini untuk mencapai Aceh Tengah. Kesibukan lalu lintas seperti ini kan pasti menimbulkan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar,” sambung Camat Banda Baro.

Sementara Jatanizar yang mengaku sering pergi ke Bener Meriah melalui ruas jalan baru itu menyebutkan, hanya butuh waktu sekitar 2 jam untuk menjangkau ibukota Bener Meriah. “Kini, kalau kita mau ke Redelong, hanya butuh waktu sekitar 2 jam dengan kecepatan santai,” ujar alumnus Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry ini.

“Kalau kita mau minum kopi pagi Gayo di Redelong, siangnya sudah tiba kembali di Dewantara. Terasa begitu dekat Aceh Utara dengan dataran tinggi Gayo,” sambung Jatanizar sambil menambahkan pada Sabtu dan Minggu terasa ramai pengendara yang melintas.

KOMENTAR FACEBOOK