Adli Abdullah: Tak Perlu Mengejek, Sebab Ujungnya Sakitnya Tuh Disini

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Adli Abdullah, praktisi hukum dan peminat sejarah Aceh menyesalkan pernyataan Muzakir Manaf yang disampaikan pada acara silahturahmi dan deklarasi kandidat yang diusung Partai Aceh.

Ketua DPA PA, Muzakir Manaf, yang juga calon gubernur Aceh di pilkada 2017 mendatang mengatakan bahwa selama 10 tahun pascadamai Aceh terus dalam keadaan merana karena kesejahteraan dan keadilan tak merata.

“Limong thon tanyoe jimat le dokter hewan lheuh nyan limong thon teuk tanyoe jimat le dokter manusia, ban siploh thon tanyoe meurana,” ucap Muzakir Manaf dalam orasi politiknya yang disampaikan dalam acara deklarasi akbar PA di Taman Ratu Safiatuddin, 13 Agustus 2016, sebagaimana dilansir Portalsatu.

Menurut Adli, pemimpin yang bijak itu tidak akan mengatakan hal-hal jelek kepada pemimpin yang sedang memimpin.

Adli yang lagi menyelesaikan studi doktor di Universiti Sains Malaysia mengaku terkejut dengan pernyataan Mualem, calon gubernur dari Partai Aceh.

“Alangkah indah jika Mualem cukup berkata, jika pun ia terpilih juga belum tentu mampu memegang amanah, ” sebut Adli.

Pernyataan itu bukan bermakna bahwa Mualem tidak mampu, melainkan itu sikap komunikasi politik rendah hati, tipikal orang yang berilmu tinggi.

Sebaliknya, jika mengatakan orang lain jelek dan mengklaim diri mampu melakukan yang terbaik, justru akan dimaknai sebagai sikap sombong dan takabur.

“Malapetaka pemimpin adalah kala terpilih tapi hanya mampu mewujudkan janji sekedar 30-40 persen saja, dan ini ujungnya adalah bencana politik,” jelas Adli.

Dalam deklarasi, Mualem menilai bahwa dalam dua periode kepemimpinan yang sudah selama dua justru menampakkan suatu yang tak benar, dan ia berjanji akan memajukan Aceh sekuat tenaga dalam lima tahun ke depan.

Adli mengingatkan, tidak mudah membangun Aceh paska konflik dan bencana tsunami. Ada pekerjaan rumah paling berat untuk menata mentalitas semua pihak agar punya kemampuan berkerja cepat dan benar mewujudkan kesejahteraan hanya dalam waktu lima tahun.

“Jadi, tidak perlu mengejek pemimpin lain, sebab ujungnya nanti ejekan akan kembali kepada diri sendiri, dan saat itulah sakitnya bisa sampai di sini,” kata Adli mengutip lagu Citata. []