Mahathir Mohamad bentuk partai pribumi baru yang lebih iklusif, tandingi UMNO

Acehtrend.co – Mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Mahathir Mohamad bersama mantan Wakil Perdana Menteri, Muhyiddin Yassin mendirikan sebuah partai politik baru untuk menyatukan oposisi terhadap kepemimpinan Najib Razak dan partai berkuasa UMNO.

Menurut Muhyiddin Yassin partai yang dibentuk olehnya akan bersifat lebih inklusif, yang memungkinkan anggota bukan Melayu untuk menjadi anggota luar biasa (associated member), berbeda dengan UMNO yang hanya untuk kaum Malayu.

“Semua ras, kaum dan golongan di Malaysia boleh menjadi anggota Partai Pribumi,” katanya dalam sebuah konferensi pers, Minggu (21/8) di Kuala Lumpur.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menghadapi tantangan dari salah satu mantan pemimpin negara itu, Mahathir Mohamad selagi pemerintahannya berusaha menangkis tuduhan korupsi dengan menyalahgunakan dana pembangunan miliaran dolar.

Mahathir Mohammad, yang pernah menjabat sebagai perdana menteri 1981-2003, telah meninggalkan Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) yang berkuasa dan membentuk sebuah partai politik baru untuk menyatukan oposisi terhadap kepemimpinan Najib Razak.

Partai baru dinamakan Parti Pribumi Bersatu Malaysia, atau Bersatu, dipimpin oleh seorang mantan deputi perdana menteri UMNO, Muhyiddin Yassin, yang dipecat oleh Perdana Menteri Najib setelah Muhyiddin mempertanyakan peran Najib dalam penggunaan dana perusahaan milik negara 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

Investigasi di Singapura dan Amerika Serikat, melalui Departemen Kehakiman Amerika, telah memusatkan perhatian pada tuduhan bahwa lebih dari $3,5 miliar telah dialihkan dari dana 1MDB yang didirikan oleh Najib pada tahun 2009.

Pengungkapan tersebut telah menyebabkan badai politik di Malaysia, tapi perdana menteri itu sejauh ini mampu mengatasi manuver para penantangnya yang berusaha menggesernya karena perannya dalam kontroversi itu.

Perdana menteri Malaysia itu mengaku tidak bersalah dengan mengatakan dana tersebut digunakan dengan benar dan merupakan “sumbangan murni” dari Arab Saudi.

Malaysia telah diperintah oleh Barisan Nasional, yakni koalisi pimpinan UMNO, sejak pemilu setelah kemerdekaan tahun 1959. Mahathir mendominasi lanskap politik Malaysia sampai ia mengundurkan diri pada tahun 2003. (MalayMail/VoA)

KOMENTAR FACEBOOK