Royes Ruslan: Demokrat penentu kemenangan di Pilkada Banda Aceh

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Partai Demokrat (PD) adalah penentu siapa yang akan menang pada Pilkada kota Banda Aceh. “Kemana dukungan PD akan diberikan dapat diprediksi kandidat tersebut akan memenangkan Banda Aceh 1.”

Hal tersebut dikatakan Royes Ruslan saat diminta tanggapan mengenai arah dukungan PD dalam mendukung calon yang akan bertarung pada Pilkada Banda Aceh 2017 nanti, Kamis (25/8/2016).

Menurut Royes dengan sudah di umumkan bahwa Aminullah Usman – Zainal Arifin sedangkan Illiza mengambil Farid sebagai pasangannya maka kekuatannya sudah imbang yaitu sama – sama memperoleh 12 kursi, minus PKPI 1 kursi dan PD 5 kursi.

“Artinya begitu Demokrat menentukan sikap mendukung salah satu calon, maka Insya Allah calon tersebut akan menang dalam Pilkada Banda Aceh,” ujar Royes di sela-sela konferensi pers Pasangan Cagub/Cawagub Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah di Gedung Utama Taman Budaya Banda Aceh.

Lebih lanjut pria yang saat ini menduduki posisi Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRK Banda Aceh mengatakan bahwa dukungan ini akan lebih memiliki kekuatan apabila dukungan linier dengan Irwandi Yusuf, karena Banda Aceh merupakan lumbung suara Irwandi, dan dapat dipastikan Irwandi-Nova akan menang di ibu kota propinsi Aceh.

“Ketika Irwandi Yusuf mengkampanyekan calon yang di dukung Demokrat maka hampir bisa dipastikan kandidat calon walikota/wakil walikota tersebut akan menang,” pungkas Royes Ruslan.

Partai Demokrat saat mempunyai kursi terbanyak dengan total 5 kursi, sedangkan Partai NasDem, Partai Aceh dan PKS dengan perolehan masing-masing 4 kursi, Partai PPP, PAN dan Golkar 3 kursi dan Gerindra 2 kursi, sedangkan  PKPI dan PDA masing-masing 1 kursi.

Saat ini pasangan Illiza – Farid didukung oleh 4 partai meliputi, Partai Aceh (4 kursi), Partai Keadilan Sejahtera (4 kursi), Partai Persatuan Pembangunan (3 kursi), Partai Damai Aceh (1 kursi) total kursi 12 dari 

Untuk pasangan Aminullah – Zainal sampai saat ini di dukung oleh NasDem (4 Kursi), PAN (3 kursi), Golkar (3 Kursi) dan Gerindra (2 Kursi) total 12 kursi, sedangkan sisa 1 kursi (PKPI) dan 5 Kursi (Demokrat) sampai saat ini belum menentukan sikap. []