Surabaya Menuju Wujud Kota Literasi

ACEHTREND. Co, Surabaya–
Dinas pendidikan Provinsi Aceh dalam sepekan ini (23-27/8) punya ‘helat besar’, yakni mengirim 15 orang guru Aceh terpilih mengikuti kegiatan banchmarking gerakan literasi di Kota Surabaya, termasuk di antaranya adalah saya.

Karena kegiatan banchmarking literasi ini berkaitan erat dengan pendidikan dan buku. Saya bersama 15 orang guru lainnya, tak lupa mengunjungi Dinas Pendidikan kota, Badan Arsip dan Perpustakaan serta ke sekolah-sekolah. Termasuk juga memelototi taman-taman bacaan masyarakat yang terdapat di Kota Surabaya.

Dalam kunjungan ke objek-objek tadi, kami mendapati suasana dan nuansa gerakan literasi yang luar biasa. Kami merasakan Surabaya seperti daerah yang “dikepung” buku. Di mana-mana ada buku atau taman bacaan.Termasuk diperkampungan lokalisasi “Dolly”. Kota Surabaya layaknya bak pustaka sejagat.

Apalagi setelah kami mendapat penjelasan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kepala Dinas Pendidikan kota Dr Ikhsan S Psi MM, Kaban Perpustakaan dan Arsip Arini Pakistyaningsi, dan beberapa kepala sekolah, guru-guru, serta para siswa.

Setelah menerima berbagai informasi dari orang-orang yang berkompeten, dari data yang ada, dari observasi yang kami lakukan, muncullah kesan dan gumaman. Ya, Kota Surabaya, ‘kota literasi banget’ di Indonesia.

***
Saya terkagum-kagum dengan ‘tingkah’ pejabat, birograt, kepala sekolah, guru, kalangan pengusaha dan berbagai elemen masyarakat hingga warga kota di Surabaya yang begitu peduli, antusias, dan semangat melaksanakan gerakan literasi.

Bahkan, walikota Surabaya Ir Tri Rismaharini semangatnya berapi-api mendukung gerakan literasi di bumi Sunan Ampel itu. Mereka semuanya seperti telah kerasukan “penyakit gila” dalam melaksanakan literasi.

Tak tanggung-tanggung, Rabu (24/8) lalu, Wali Kota Surabaya, melakukan Launching Event Perdana Surabaya Akseliterasi 2016 di Sawung Galing lt VI aula kantor walikota setempat.

Program yang mengajak masyarakat untuk membangkitkan budaya literasi itu, dihadiri berbondong-bondong para undangan. Sehingga ruangan yang begitu luas terlihat sesak, padat.

Dalam acara yang dikemas begitu apik dan ‘mewah’ dengan tampilan tari-tarian, baca puisi, dan mendongeng, selain dihadiri kepala dinas, guru, para pustakawan, para lurah dalam Pemko Surabaya serta kalangan pengusaha.

Saat acara, dalam sambutannya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, dilaunchingnya akseliterasi 2016 ini, bertujuan ingin mewujudkan Kota Surabaya sebagai kota literasi di Indonesia.

“Sehingga dengan gerakan ini, kegiatan literasi menjadi budaya di kalangan warga kota, terutama generasi mudanya. Mereka menjadi generasi yang cinta buku dan membaca,” tutur Risma.

Jika telah cinta dan gemar membaca, sambung Risma lagi, warga dan daerah itu akan maju. Kemudian jika telah maju, maka akan sanggup bersaing dalam dunia global.

Berkaitan dengan Surabaya akseliterasi 2016 yang digelar, Arini Pakistyaningsih SH MM selaku Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya kepada AceHTrend menjelaskan, ada beberapa kategori kegiatan yang dilombakan pada akseliterasi.

Seperti, kompetisi kampung literasi, kompetisi pustakawan dan fasilitator literasi berprestasi, serta orangtua atau keluarga peduli literasi.

“Setiap kompetisi ini, akan terintegrasi dengan membentuk lingkungan cinta literasi,” jelas Arini.

Khusus pada kompetisi kampung literasi, tambah Arini, akan melibatkan 400 taman bacaan masyarakat (TBM) yang terdapat di berbagai lokasi di Surabaya.

Arini melanjutkan, seluruh kegiatan Surabaya Akseliterasi 2016 akan berlansung dari Agustus hingga November dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Dan pihak itu pun, dengan antusias dan animo yang tinggi mendukungnya. Termasuk dalam hal pengucuran dana. “Banyak yang terlibat dalam kegiatan akseliterasi ini, termasuk pengusaha,” tutur Arini.

Ini semua bertujuan demi mewujudkan Surabaya sebagai kota literasi di Indonesia.

Kerja nyata, melahirkan hasil nyata’. Surabaya telah membuktikannya. Akankah ada daerah di Aceh bisa menyusul sebagai kota literasi? Semoga![]