MaTA Ungkap Modus Utama Korupsi Dana Pendidikan di Aceh

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Penggelapan dengan cara markup anggaran menjadi modus utama dalam kasus tindak pidana korupsi dana pendidikan di Aceh yang umumnya dilakukan oleh pihak pemerintahan. Apa penyebabnya?

Temuan itu diungkap dalam konferensi pers bersama LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) pada hari Kamis, (1/9/2016) di kantor MaTA, Banda Aceh.

“Dominannya modus penggelapan dengan markup dalam setiap kasus korupsi dana pendidikan di Aceh terjadi karena longgarnya pengawasan dari dinas dan  lembaga terkait,” ujar Saryulis, pengiat anti korupsi yang membidangi monitoring Peradilan LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA).

Dari kurun waktu 2010-2015, terdapat 45 kasus, yaitu 7 kasus pada  tahun 2010, 13 kasus tahun 2011, 6 kasus tahun 2012, 4 kasus tahun 2013, 8 kasus tahun 2014, dan 7 kasus pada tahun 2015, sedangkan untuk tahun 2016 belum ditemukan kerugian negara dalam jumlah yang besar, namun pihak MaTA tetap merekap temuan tersebut.

Dari 45 kasus sejak tahun 2010 sampai 2015 tersebut, cuma 4 kasus yang belum tuntas yaitu kasus dana BOS SD Nusantara Education Aceh Tenggara yang masih dalam proses penyelidikan, pembangunan gedung madrasah Cot Geu Sabang, pembangunan salah satu SD di Aceh Selatan dan kasus dana komite Sekolah Wira Bangsa Meulaboh, Aceh Barat.[]