Dialog Elegan Abu Tumin dengan H. Saifannur – Dr. Muzakkar

Dialog Abu Tumin Dengan H. Saifannur - Dr. Muzakkar.

ACEHTREND.CO, Bireuen – Sebelum dilakukan prosesi peusijuk (tepung tawar), Abu Tumin yang duduk diposisi tengah dan diapit oleh pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati H. Saifannur, S. Sos – Dr.H.Muzakkar A. Gani,SH.M.Si (FAKAR) ini mengajukan pertanyaan kunci kepada keduanya.

“Pu kebijakan gata yang akan gata lakukan untuk rakyat? (Kebijakan apa yang akan Anda lakukan untuk rakyat?),” tanya Abu.

H. Saifannur yang duduk disamping Abu Tumin lalu menjelaskan garis besar rancangan program yang akan dilakukan sekiranya nanti terpilih menjadi Bupati Bireuen.

“Jika terpilih nanti, ini adalah Rahmat Allah SWT bagi kami. Untuk saya pribadi, ini adalah bagian dari ibadah disisa umur saya. Kami ingin kondisi Bireuen dan masyarakatnya berubah lebih baik,” timpal H. Saifannur sebelum menjawab.

Lantas, ia menambahkan bahwa program taktis (segera) yang harus dilakukan oleh pasangan ini adalah mensejahterakan rakyat melalui rogram pembangunan rumah bagi masyarakat tidak mampu. Baginya, mustahil memperbaiki moral rakyat jika rakyatnya masih miskin dan kelaparan. kedua-duanya harus berjalan sinergis dan beriringan demi mewujudkan perubahan.

“Untuk program yang sifatnya segera, saya akan melakukan program Bedah Rumah tanpa menunggu anggaran APBA, APBK, dan APBN. Saya akan ajak seluruh rekan-rekan (pengusaha) saya untuk menjalankan progam ini,” kata Saifannur dalam bahasa Aceh.

Untuk program strategis lainnya, Saifannur menjelaskan akan membenahi irigasi agar kegiatan pertanian, perkebunan, dan perikanan yang selama ini menompang kehidupan masyarakat Bireuen bisa kembali bergairah serta lahan-lahan tidur bisa dimanfaatkan kembali.

“Kita akan membangun fasilitas-fasilitas yang menompang sendi kehidupan masyarakat di Bireuen seperti pengairan, pertanian, perikanan dan peternakan serta pemanfaatan lahan tidur agar ekonomi rakyat berjalan lebih baik. Bek tajak peungeut ureung deungon tapeugah tajak peudoeng tutu bak hana kreueng. (Jangan bohongi rakyat dengan membangun jembatan ditempat yang tidak ada sungainya),” Jawab Saifannur.

Abu Tumin yang mendengar jawaban tersebut mengangguk pasti dan menyatakan kesetujuaannya atas program yang dipaparkan oleh pasangan FAKAR ini.

“Nyan ka beutoi. Peumudah dan peucaroeng rakyat nyoe, bek lee lage yang ka-ka. (Itu sudah tepat. Permudahlah urusan rakyat dan cerdaskan mereka, jangan seperti yang sudah ada saat ini),” Timpal Abu.

Dalam dialog yang berlangsung santai dan serius ini, H. Saifannur juga menjelaskan rencana-rencana strategis lainnya, yang disimak langsung oleh Abu Tumin.

Usai melakukan “uji kelayakan”, ulama kharismatik Aceh itu memberi penekanan pada beberapa kebijakan yang dipandang bermanfaat bagi rakyat, yaitu yang memudahkan rakyat mencari rezeki seperti pembangunan jalan agar rakyat dapat mencari rezeki, membuat atau memperbaiki irigasi dan pemanfaatan lahan tidur.[]