Bek Panik!

Diam-diam saya mengagumi seorang anak muda Aceh, juga seorang mahasiswa. Banyak goresan penanya berupa cerpen di berbagai media, saya baca satu- per satu. Dia kritis dan argumentatif. Demikian penilaian saya kepada suhu yang satu ini.

Namanya Nazar Sah Alam, demikian saya membaca namanya yang ditulis oleh media. Penulis produktif nan rancak dari Tanoh Rincong. Saya tidak tahu banyak tentang anak muda ini, selain aktif di Komunitas Jeuneurob dan Apache#13–sebuah grub band– selebihnya saya gelap tentang entertainer satu ini.

Adalah potongan lagu Bek Panik yang diunggah di youtube, telah mencuri indra dengar saya. Video yang tidak monoton, lirik nan gembira serta isi yang mengulik indra sadar, membuat saya terkagum-kagum kepadanya.

Inilah sastrawan sekaligus seniman yang berbobot.Demikian pendapat saya. Lewat lagu Bek Panik yang ia nyanyikan dengan ekspresi yang cool banget tiba-tiba menusuk selera musik saya. Ia telah “merampok” sedikit tempat P. Ramlee di relung hati say. Ia juga telah membuka ruang sepi bahwa saya ternyata masih berjiwa muda. Ah.. bek panik…! Adalah sebuah ajakan agar pemuda untuk punya keyakinan dan keberanian untuk jatuh cinta dan tidak terpenjara bila kecewa.

Bek panik! Bek harap bak ureung sidro… bek panik. Hahaha. Lirik yang gurangsang, gentlemen serta aduhai. Apakah di dunia nyata Nazar bisa se gentlemen itu? Entahlah. Hahaha.

Satu lagi, lagu Mumang Aneuk Muda, sebuah tembang tentang nasib studi dan nasib cinta mahasiswa tingkat akhir yang tak kunjung jelas nasibnya. Ia, lewat liriknya yang –lagi-lagi harus saya akui– keren, telah mencolek alam bawah sadar mahasiswa tingkat akhir yang punya persoalan yang sama dengan kisah di dalam lagu.

Mumang aneuk muda adalah sebuah dilema. Tentang cita-cita menjadi sarjana dan keinginan menikahi si buah hati yang sudah dipacari. Bagi saya ini gugatan dari seorang seniman. Bisa saja untuk dirinya pribadi, lingkungan maupun pemerintah dan kampus. Karena setelah lulus pun, sarjana hendak kemana?.

Akhirnya, sebuah apresiasi patut saya berikan kepada sang pujangga. Bek panik adalah haba peuingat tentang konsep hidup, keyakinan, tujuan, strategi dan mimpi.

Lalu bagaimana dengan Mona? Hahaha, lagu ini juga keren.

Untuk itu, mengutip kalimat Nazar, “bek panik”pantas disampaikan kepada siapapum yang sedang berjuang menuju kursi Gubernur Aceh, bupati dan walikota. Mari bekerja cerdas dan keras. Tidak perlu saling merancang fitnah untuk menutupi kelemahan diri. Mari bertarung fair play.

Bek panik!. Hahaha.

Sumber foto: Nazaralam.wordpress.com.

KOMENTAR FACEBOOK