Ketika Adik Bayi Ini Menemukan Jalan Pulang

Bayi yang dibuang di pinggir jalan, di kawasan Gampong Pangwa, Pidie Jaya. Foto: facebook.

Tidak ada kejahatan yang abadi. Karena pada suatu hari pasti akan terkuak. Hal ini pula yang dialami oleh TA (36) warga salah satu gampong di Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. Setelah sempat membuang bayi hasil hubungan haramnya dengan seorang lelaki yang berinisial AN, yang sudah beristri dan sekampung pula, kini mereka berurusan dengan pihak kepolisian.

Pasangan ini awalnya khilaf. Mereka melakukan perbuatan terlarang karena tergoda aroma cinta bercampur syahwat nan haram. Buah dari itu, lahirlah seorang bayi mungil nan menggemaskan. Sayang, usai bayi itu dilahirkan di salah satu unit kesehatan, mereka membuang sang bayi ke Kampung Pangwa, Pidie Jaya, tiga hari lalu. Petugas kesehatan pun mencatat kelahiran manusia tidak berdosa itu.

Bayi malang itu dibuang begitu saja di tepi jalan. Namun Allah berkehendak lain. Bukannya disantap oleh binatang buas, justru bayi tersebut diselamatkan oleh seseorang yang baik hati. Ia pun mengantar sang bayi ke klinik kesehatan. Aceh pun mendadak heboh.

Polisi pun bergerak cepat. Atas dasar tugas negara serta ketulusan menelusuri “penjahat” yang telah tega hendak mematikan sebuah jatah kehidupan, aparat penegak hukum pun berhasil mengendus pelaku dari catatan yang tersimpan di sebuah klinik kesehatan tingkat desa.

“Kami segera mengembangkan kasus ini. Hasil penelusuran, maka akhirnya kami menemukan siapa pelaku yang membuang bayi itu. Tersangka berhasil kami ciduk di rumahnya sendiri. Menurut pengakuan tersangka, bayi itu hasil selingkuh dengan dengan laki-laki berinisial AN, yang merupakan warga sekampung dengan TA,” terang Kapolsek Trienggadeng, Pidie Jaya, Ipda Mulyadi di Mapolres Pidie, Jumat (9/9/2016).

Kini pasangan haram tersebut harus mempertanggungjawabkan hasil perbuatannya. Hukum siap memberikan punishment terhadap kesalahan yang mereka lakukan dengan seadil-adilnya bagi sang bayi.

Mawardi (40) warga Pidie Jaya berujar, bahwa apa yang dilakukan oleh kedua pasangan haram itu, merupakan kejahatan yang tidak bisa dimaafkan. Kesalahan mereka dua, berzina dan berniat membunuh bayi yang dilahirkan dari hasil kejahatan mereka.

“Allah masih memberikan peluang hidup untuk bayi tersebut. Betapa tidak manusiawinya perbuatan TA dan AN. Mereka sudah tidak bisa disebut manusia, bahkan tidak layak juga disebut b*******ng. Mereka tidak punya hati. Mereka harus dihukum berat,” ujarnya.

Kini adik bayi tersebut sudah “pulang”. Ia sudah dipertemukan oleh Allah dengan orang tuanya, walau mereka tidak bermaksud memberikan kesempatan bagi sang bayi untuk mengecap kehidupan. “Selamat kembali ke “rumah” wahai sang bayi. []

KOMENTAR FACEBOOK