‘Nilai-Nilai Emas’ di Youth Adventure dan Youth Leaders Forum (4)

Rangkaian acara GMB belum selesai dengan selesainya Youth Adventure yang ditandai dengan tibanya peserta di Jakarta.

Usai Youth Adventure, peserta masih harus mengikuti Youth Leaders Forum selama 5 hari yang bertempat di Wisma PP PON Cibubur.

Pertanyaanya, apa yang membuat Youth Leaders Forum berbeda dari forum-forum lainnya? Ya, ini memang forum nasional seperti forum kebanyakan, yang mengundang pemateri/pembicara dan peserta duduk mendengarkan plus di sela–sela itu ada sesi tanya jawabnya.

Sekilas tak ada yang begitu berbeda. Namun Youth Leaders Forum, bagi kami, dan bagi saya pribadi, adalah sebuah forum keteladanan.

Ada nilai-nilai yang diajarkan kepada seluruh peserta bukan hanya pengetahuan semata. Dan nilai-nilai itu pada dasarnya sederhana, namun sangat “menampar”.

Saya tidak melihat ini sebagai forum uji kepintaran, kecermelangan pikiran atau bersaing-saing dalam hal banyak pengalaman.

Kalau soal pengalaman, semua bagian dari GMB adalah orang-orang berpengalaman, orang-orang dengan jam terbang tinggi. Soal kapasitas, jelas mereka sudah jauh melompat di atas rata-rata.

Tapi bukan soal kapasitas yang ingin dipersatukan dalam forum ini, toh semua peserta sudah menempa kapasitasnya masing-masing bahkan sebelum ia diantarkan ke dalam forum ini.

Semua orang bisa saja berkapasitas (gelar tinggi, prestasi, jaringan, pengalaman, dsb), namun pertanyaanya, apakah ia sudah berintegritas ? Ya, Integritas lah yang coba dibentuk dalam diri setiap peserta GMB Youth Adventure maupun Youth Adventure.

Selama mengikuti forum, saya benar-benar merasakan energi positif yang sangat kuat. Dalam forum ini terlihat jelas bahwa “everyone is a star”. Semua orang mendapatkan apresiasi yang tinggi. Kekurangan sangat dimengerti, sangat dihargai. Segala perbedaan sangat ditoleransi. Beda agama, suku, ras, dipersatukan dalam hangatnya rasa kekeluaragaan.

Ada tiga orang peserta GMB yang berasal dari Jepang, yaitu Miku Fujiwara, Takuya Yadorihara dan Katsumi Ota. Tiga orang pemuda asal Jepang ini memberi warna tersendiri selama forum. Mereka sangat enerjik, ramah dan komunikatif.

Beda negara, beda budaya, beda bahasa, tidak membuat Miku dkk menjadi terasingkan atau malah diistimewakan. Semua diperlakukan secara sama dan sama-sama diapresiasi.

Dan pengalaman menarik saya bersama mereka adalah ketika menjadi translator salah satu dari mereka yaitu Miku. Selama forum, ada aturan siapapun yang duduk di samping Katsumi, Takuya atau Miku wajib menerjemahkan mereka (menggunakan bahasa inggris).

Bahasa inggris saya tidak se lancar teman-teman lainnya, tapi karena saya kebetulan duduk di samping Miku saat itu, maka saya lah yang harus menerjemah. Maka terjemahan saya pun benar-benar “sesuatu” alias alakadarnya.

Miku mengaku paham dengan terjemahan saya (meski saya sendiri bingung dengan apa yang saya ucapkan) namun dia mengatakan “You Are so Funny, Nanda,” sambil terkekeh-kekeh. Katanya dia merasa terhibur dengan ocehan saya.

Sejak itu (meski ragu dengan bahasa inggris saya) saya selalu jadi tertarik berbincang-bincang dengan Miku. Hingga saat ini pun saya tetap masih membangun komunikasi via WA dengannya.

Sejak awal, mulai dari homestay di Jogja, hingga Youth Leaders Forum, GMB selalu mengingatkan saya akan nilai-nilai (values).

Hal-hal sederhana misalnya, “setiap orang bertanggung jawab atas sampahnya sendiri.” Selama Youth Leaders Forum, seusai makan, peserta diwajibkan membawa sendiri piringnya ke pantry dan membersihkan sisa makanan yang ada di piring.

Kalau duduk pun, seperti sampah makanan dan minuman, bungkusan permen, kertas dipastikan tidak boleh jatuh di lantai.

Ada lagi soal menghargai waktu. Setiap sesi, tidak boleh ada yang terlambat bahkan semenit pun. Setiap sesi selalu dimulai tepat waktu. Tidak ada sesi yang ngaret.

Masih soal menghargai, setiap peserta diharuskan mengapresiasi peserta yang lainnya dengan mengirimi minimal dua surat per hari untuk sahabat rahasianya yang berisikan pesan-pesan positif, membahagiakan dan membangkitkan semangat.

Tidak boleh ada obrolan negatif (menggunjing, bullying, ejekan dsb) selama forum berlangsung. Hal-hal seperti inilah yang membuat GMB jadi berkesan lebih dan berkelas. []

Bersambung

 

KOMENTAR FACEBOOK