Napak Tilas STAIN Teungku Dirundeng

Mukhsinuddin M. Juned Syuib S,Ag ,MM Dosen pada STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat. Juga Praktisi Pendidikan tinggi di Kota Meulaboh

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menegerikan salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri PTKIN, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat Aceh, pada tanggal 19 September 2014, dua tahun yang lalu. Maka dari itu hari ini Sekolah Tinggi Agama Islam Teungku Dirundeng Meulaboh memperingati hari ulang tahun atau Milad ke-2 Negeri.

Semoga menjadi sebuah Perguruan Tinggi Islam yang bisa memberikan kontribusi terhadap Pendidikan Tinggi di wilayah Barat Selatan Aceh kususnya dan Aceh secara umum. STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh itu adalah Sebuah Perguruan Tinggi Islam yang negeri di Barsela, yang dapat memberikan kemajuan pendidikan keagamaan dan membangun karakter mahasiswa menuju sebuah peradaban keilmuan bagi anak-anak Bangsa ini.

Sekilas Sejarah Penegerian STAIN
.
Pada Tahun 1984 para ulama dan pemuka masyarakat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat  merintis berdirinya suatu yayasan pendidikan yang sasaran utamanya adalah mendirikan Perguruan Tinggi Swasta. Ternyata, pada tahun itu Yayasan tersebut berhasil diwujudkan dengan nama “Yayasan Pendidikan Teungku Chik Dirundeng Meulaboh”, yang mengabadikan nama “Teungku Chik Dirundeng “ tadi sebagai nama yayasan. Tepatnya tanggal 28 Agustus 1984 yayasan tersebut resmi terbentuk dengan Badan Hukum Akte Notaris “Hamonongan Silitonga” Banda Aceh Nomor 45 Tahun 1984.

Yayasan ini bercita-cita membangun suatu wadah pendidikan Tinggi di Kabupaten Aceh Barat, yaitu “Universitas Teuku Umar Johan Pahlawan”.Dan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Tentu cita-cita itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, persiapan ke arah itu dengan perhitungan ke depan yang matang dan pasti Dari seluruh elemen Masyarakat Kabupaten Aceh Barat.

Langkah awal yang diupayakan adalah mendirikan “Sekolah Pembangunan Pertanian” yang diiringi dengan mendirikan “Akademi Pertanian Meulaboh” yang selanjutnya menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Teungku Chik Dirundeng Meulaboh. Lembaga pendidikan tersebut bersifat umum dan kejuruan, untuk itu sangat perlu diimbangi dengan pendidikan agama Islam, sehingga kehadiran lembaga pendidikan tinggi agama Islam di lingkungan yayasan inipun harus segera diwujudkan. Dalam rentang waktu yang tidak lama, tokoh-tokoh masyarakat, para ulama yang dimotori oleh Departemen Agama Kabupaten Aceh Barat, MUI dan Korps Alumni IAIN Ar-Raniry (Koniry) Kabupaten Aceh Barat serta Stackholder Pendidikan yang ada waktu itu memprakarsai berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah di Meulaboh. Rumusan hasil kesepakatan tersebut diajukan kepada pihak Yayasan Pendidikan Teungku Chik Dirundeng Meulaboh dan pada akhirnya disepakati untuk pendirian ,Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah,, STIT Tarbiyah tersebut di bawah Yayasan Pendidikan Teungku Chik Dirundeng Meulaboh dengan Surat Keputusan Nomor 06/Kep/YPRM/1985 tanggal 2 Januari 1985 yang diresmikan oleh Bupati KDH Tk. II Aceh Barat H. Malik Ridwan Badai, SH, saat itu.

Satu tahun kemudian, STIT Tarbiyah ini mendapat status izin operasional dari Kopertais Wilayah V Aceh  dengan (surat keputusan Nomor: IN/3/3369.A.I/1986 tanggal 17 Desember 1986) dan sejak itu pula proses administrasi dan akademik dilaksanakan dengan baik. Dan pada Tahun 1990 STIT Tarbiyah memperoleh status resmi: “Terdaftar” dengan SK Menteri Agama RI Nomor: 60 tahun 1990, dengan nama: Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Teungku Dirundeng  Meulaboh dengan jurusan Pendidikan Agama Islam”. Dan perjalanan sejarah tiga belas tahun STIT Teungku Dirundeng Meulaboh itu terus meningkatkan statusnya maka Pada tahun 2003 status berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Teungku Dirundeng Meulaboh, seiring dengan dibukanya dua prodi baru: prodi Muamalah dan prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Perjalanan dan usaha Pemeritah Daerah Kabupaten Aceh Barat dan komponen masyarakat terus di perjuangkan dari berbagai cara, baik dengan cara mempersiapkan segala administrasi maupun secara politis sehingga Tahun 2014 STAI Teungku Dirundeng Meulaboh di bawah pimpinan Dr. H.Syamsuar Basyariah, M.Ag  , dengan Dibantu Ketua umum Panitia Penegerian Muhsinuddin, M.Juned syuib, S.Ag, MM, serta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat,  Bupati DR. H T Alaidinsyah dan Wakil Bupati Drs H Rachmat Fitri HD, M.PA dalam perubahan status dari PTAIS menjadi PTAIN Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh dengan SK Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor; 31 Tahun 2014 Tanggal 19 September 2014 yang ditanda tangani oleh Menteri Agama Lukmanul Hakim Saifuddin.

Kehadiran STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh memiliki arti penting dan merasa terpanggil untuk menterjemahkan makna Tri Darma Perguruan Tinggi ke dalam program dan kegiatan yang terarah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Sehubungan dengan ini STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh perlu menetapkan suatu kebijakan ke depan serta rencana pengembangan agar STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dapat menghadapi era globalisasi yang sedang berkembang, sehingga pengembangannya memberikan prioritas utama ilmu pada bidang pembinaan mental dan spriritual untuk mempersiapkan generasi intelektual yang mempunyai moralitas , Budi dan tanggung jawab terhadal Agama dan Bangsa ini. STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dalam perjalanannya telah memiliki nilai nilai budaya tersendiri dalam hati masyarakat Kabupagen Aceh Barat dan Barat Selatan , karena keberadannya telah mewarnai corak pemikiran dan adat istiadat masyarakat Barat Selatan Aceh serta posisi strategi dalam wilayah itu yang merupakan pusat perkembangan ilmu pengetahuan agama islam.

Dari itu pengembangan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menjadi fungsinya sebagai kajian islam tingkat lokal yang secara berkelanjutan akan berpengaruh pada tingkat Regional, dan Nasional bahkan internasional. Pengembangan yang demikian akan memacu tumbuhnya kembali kekuatan persatuan ummat islam Nusantara. Selain berdampak positif bagi perkembangan ilmu-ilmu keislaman dan juga mendorong soladaritas Nasional dan memperkokoh integrasi Bangsa , karena adanya filter dari perguruan tinggi islam itu sendiri. Dengan kehadiran STAIN Teungku Dirudeng Meulaboh akan melahirkan kebanggaan di kalangan ummat islam Aceh secara umum dan di kalangan ummat islam Daerah Barat Selatan Aceh kususnya.

Menganalisa perkembangan kehidupan masyarakat Aceh dan menyikapi fenomena Perguruan Tinghi Agama Islam sebagai wadah peningkatan kualitas sumber Daya Manusia serta lembaga yang membentuk karakter mahasiswa yabg berbudi dan bermoral, serta pola plkir yang hebat sehingga mampu meniplementasikan tentang pelaksanaan syariat Islam di Aceh maka STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh selayaknyalah sebuah kebanggaan masyarakat Aceh secara umum dan masyarakat Wilayah Barat Selatan Aceh kususnya.

Hari ini genaplah dua tahun STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh telah mengembangkan sayapnya keseluruh Aceh dan Nusantara, para alumninya sudah ribuan orang yang bekerja di pemerintah maupuan di lembaga – lembaga non pemerintah, STAIN Meulaboh telah melakukan langkah langkah yang konkrit hari ini dalam kerja sama baik secara Nasional dengan Perguruan Tinggi Islam Di Pulau Jawa, Sumatera dan luar Negeri seperti Uniza Tringgano Malaysia dan University Wuhan Tiongkok, semoga kedepan lebih meningkatkan kualitasnya baik sebagai alumni dan para Dosen yang mengajar Mahasiswa. STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh telah mempuyai tiga Jurusan yaitu Jurusan Tarbiyah dan Keguruan, Jurusan Syariah dan Ekonomi Hukum Islam serta Jurusan Dakwah dan Penyiaran Komunikasi Islam , dalam sebelas prodi dan kosentrasi yang berbeda keilmuannya sebagai langkah langkah menuju IAIN MEULABOH pada 2019. Selamat Milad ke 2 STAIN MEULABOH semoga makin berjaya,amin.

KOMENTAR FACEBOOK