Setelah dari Panwaslih Aceh, Pendukung Saifannur Datangi KIP Aceh

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Pendukung H Saifannur menyampaikan pengaduan kepada KIP Aceh terkait hasil pemeriksaan kesehatan yang dikeluarkan pihak RSZA. Sebelumnya, pendukung Saifannur juga mendatangi Panwaslih Aceh.

Dalam pertemuan di KIP Aceh, puluhan pendukung Saifannur diterima oleh Komisioner dan Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi. Sementara ratusan pendukung lainnya menunggu di luar. Polisi ikut menjaga kedatangan rombongan Saifannur yang sudah tiba sejak Minggu (1/10) malam di Banda Aceh.

Kepada Komisioner dan Ketua KIP Aceh, rombongan Saifannur menyampaikan pengaduan atas hasil pemeriksaan kesehatan yang menurut mereka tidak sesuai dengan kenyataan sehari-hari.

“Haji Saifan sehat. Jika beliau sakit, apalagi sakit terkait otak dan saraf maka tidak mungkin bisa memimpin perusahaan dengan 400 karyawan dan mengelola uang miliaran,” sebut Mukhlis yang juga dibenarkan oleh Syauki dan anggota lainnya.

Kepada KIP Aceh mereka juga mengadu hasil pertemuan dengan Panwaslih Bireuen dan Panwaslih Aceh yang menyatakan bahwa pihak Panwaslih belum bisa menindaklanjuti pengaduan sebab belum ada keputusan KIP terkait pasangan calon.

img_20161003_132053

Sempat Tegang
Ketua KIP Aceh dan Komisioner KIP Aceh dalam pertemuan itu menjelaskan posisi KIP Aceh dalam penyelenggaraan Pilkada Aceh.

Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi juga menyampaikan posisi KIP Aceh dalam kaitannya dengan pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon kepala daerah.

“Peraturan mengatakan bahwa tidak dibolehkan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan ulang,” katanya.

Komisioner KIP Aceh lainnya juga ikut memberi penjelasan, termasuk dengan cara membacakan PKPU Nomor 9 tahun 2015. “Begitu bunyi peraturan terkait pemeriksaan kesehatan bakal calon,” jelas Junaidi.

Namun, ketegangan sempat terjadi ketika salah seorang pendukung Saifannur menyatakan jika ada calon yang nyata-nyata sakit tapi lewat sedangkan calon yang sehat malah dinyatakan sakit. Salah seorang komisioner dengan nada keras meminta keluar peserta. Menurutnya, mengusulkan langkah yang dimungkinkan adalah dengan segera mengusulkan bakal calon pengganti, sebab untuk usulan melakukan pemeriksaan kesehatan ulang tidak dimungkinkan.

“Kalau tidak maka Golkar Bireuen rugi karena tidak ada calon di Bireuen,” sebutnya sang komisioner itu. []

KOMENTAR FACEBOOK